Amazon Gunakan Robot di Pusat Distribusi Jepang

Retail terkemuka internet Amazon mulai beroperasi pertama kalinya di pusat distribusi di Jepang yang dilengkapi dengan robot.

Amazon membangun pusat distribusi di Kawasaki, dekat Tokyo, untuk meningkatkan sistem pengiriman di wilayah metropolitan. Area mencakup sekitar 40.000 meter persegi.

Beberapa ratus robot menggerakkan rak, di mana barang disimpan. Hanya ada beberapa pekerja yang menyortir barang-barang untuk pengiriman.

Simak videonya

Amazon telah merilis robot gudang beberapa waktu yang lalu. Robot Amazon Jepang telah beroperasi penuh dalam waktu enam hari, hasil proses per detik sekitar 1,7 meter, dan dapat membawa rak sarat dengan barang sampai sekitar 340 km.

Amazon adalah perusahaan e-commerse dan komputasi awan asal Amerika, didirikan pada tanggal 5 Juli, 1994 oleh Jeff Bezos dan berbasis di Seattle, Washington. Ini adalah pengecer berbasis internet dengan total penjualan dan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Pabrik Plastik Sambut Manis Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Magelang – Salah satu pabrik plastik di Magelang, Jawa Tengah, Sinar Joyoboyo Plastik menyambut manis kebijakan pemerintah tentang aturan kantong plastik berbayar. Kebijakan ini menuntut perusahaan untuk melakukan inovasi dalam hal ramah lingkungan.

pabrik plastik

 

Hengky Sidharta, CEO Sinar Joyoboyo Plastik, menjelaskan bahwa kantong plastik “go green” telah dikembangkan sejak dua tahun yang lalu. Konsep tersebut sudah dipakai jauh sebelum kebijakan kantong plastik berbayar oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) awal 2016 ini. Ia mengungkapkan bahwa ide tersebut tercetus karena penggunaan kantong ramah lingkungan yang digunakan di sebagian besar negara maju.

“Di luar negeri, tren memakai kantong ramah lingkungan sudah berlaku sejak lama. Maka kami juga harus mengembangkan sesegera mungkin di Indonesia. Setidaknya untuk mengurangi dampak sampah plastik,” kata Hengky dilansir dari Kompas 24/2.

Bahan yang dipakai menggunakan plastik murni dengan menambah bahan khusus yang didatangkan dari luar negeri.

“Kami pakai bahan plastik murni, bukan daur ulang. Bahan plastik ini sama dengan bahan plastik pada umumnya, hanya saja kami menambah bahan tertentu yang menggunakan teknologi dari Kanada, ini yang membuat plastik aman untuk lingkungan,” jelas pria 31 tahun itu.

Hengky mengklaim bahwa plastik go green mampu terurai di tanah hanya dalam waktu 24 sampai 36 bulan saja. Selain itu, plastik yang dibuat lebih kuat dan aman sebagai wadah makanan. Sejauh ini plastik go green tersebut masih dipasarkan di kalangan pengusaha pasar moderen di seluruh Indonesia. Ia mengakui plastik jenis ini lebih mahal dibanding harga plastik pada umumnya.

“Kami berharap dengan kebijakan plastik berbayar jadi lebih banyak lagi produsen plastik sehat dan berkualitas, dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarat, sampai ke pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional,” tuturnya.

Walaupun tidak mudah, pihaknya tetap optimis kebijakan pemerintah akan berdampak positif. Dan menurutnya, masyarakat perlu untuk lebih seleksi menggunakan bahan kanton plastik dengan cara 3D (Diraba, Dicium, dan Diterawang).

Diraba : Pilih yang halus, jika kasar itu mengandung pasir besi.

Dicium : Pilih yang tidak berbau, jika ada bau menyengat atau wangi, maka plastik tersebut telah diberi bahan tambahan atau daur ulang dari limbah rumah sakit, bungkus sabun dan sebagainya.

Diterawang : Pilih yang polos, jika ada bintik-bintik terlihat, itu adalah bahan tambahan dari pasir besi yang berbahaya bagi tubuh.