Ini Gan Dagangan Artis Indonesia

Bergelimang harta, itulah kesan yang disandang sebagai artis. Namun tahukah anda beberapa artis di Indonesia menglami jatuh miskin karena kurangnya manajemen keuangan atau mereka sudah tidak laku lagi. Bahkan kabar yang kurang sedap beberapa artis menjual harga dirinya asalkan bisa hidup selayaknya artis. Bisnis alternatif yang menjadi sampingan artis yaitu dengan berjualan atau berdagang. Siapa saja mereka dan apa saja yang mereka jual?

1. VJ DANIEL. Dengan merk dagang “Damn I Love Indonesia” ia bisa menjual sampai ke luar negeri. Dalam bahasa Inggris Damn itu adalah semacam kampret, breng^&#%$”, sialan. Namun ternyata DAMN adalah singkatan dari Daniel Mananta.

2. VICKY SHU, Mempunyai bisnis dari hobinya mengoleksi sepatu (high heels) dan akhirnya terciptalah SYU-SHU, yup syu-shu terdengar seperti su… su… i don’t know what u think…

3. Ussi Sulistyowati. Produknya bernama Just Ussy, bikan minuman jus buah tapi sama seperti vicky tadi yaitu sepatu.

4. Tommy Kurniawan. Pernah berbisnis di batubara namun mengalami keterpukan karena tertipu, sekarang beralih ke Digital Printing.

5. Feri Salim. Mendirikan Shabu Slim, bukan sabu-sabu yang langsing tapi Shabu Slim adalah restaurant khas jepang.

6. Agnes Monica. Berbeda dari artis lainnya, kemungkinan dengan dana yang banyak menyebabkan artis ini berpikir untuk lebih baik berinvestasi dengan menanam saham di bidang smartphone di Indonesia.

7. Maia Estianti. Mulai dari karaoke sampai night club, Maia memliki perusahaan/yayasan alih daya (outsourcing) bernama Presaels Indonesia.

8. Cici Tegal. Sesuai dengan namanya dia membuat Empek-empek Palembang… OOOPPPS salah!!! namanya saja Cici Tegal, dia membuka usaha WARTEG ( Warung Tegal ).

9. Caesar. Jualan tahu, entah tahu seperti apa kita juga nggak tahu.

10. Norman Kamaru.

bubur norman

Biarpun ini artis cuman numpang tenar sebentar saja, namun berita tentang usahanya menjual bubur khas manado disorot sangat tajam oleh beberapa media. Banyak yang mengejek tentang keputusanya hengkang dari kepolisian untuk menjadi artis, namun akhirnya hanya menjadi tukang bubur. Namun tak sedikit pula yang mendukung termasuk admin Ayomaju.info karena Norman Kamaru terhitung orang yang berani mengambil resiko dan sangat menginspirasi banyak orang. Pepatah dari negeri antah berantah berkata : “Jika nasi sudah menjadi bubur, buatlah bubur spesial”.

Menemukan Hobi Yang Cocok Dengan Anda

Ketika mengalami kejenuhan berlama-lama di rumah, hanya molor, nonton tv, browsing ga jelas atau hal-hal lainnya yang membuat bosan. Mungkin saatnya kamu sekarang mencoba untuk melakukan hobi yang tepat sesuai passion kamu agar menemukan kesibukan yang menyenangkan. Bagaimana caranya menemukan hobi yang cocok untuk anda :

1. Buatlah daftar kegiatan yang mungkin ingin kamu mencobanya.
Lakukan semua hal yang kamu pikirkan, jika kamu tak yakin bisa semuanya menyenangkan, paling tidak ada beberapa hal yang kamu sukai.

2. Masih bingung untuk menemukan ide? Berjalanlah dan kunjungi mall, pedestrian, atau toko-toko yang menjual berbagai pernak-pernik. Beli beberapa barang atau hanya lihat-lihat kemudian kamu buat sendiri di rumah.

3. JELAJAH! Lakukan observasi di sekitar lingkungan kamu, dengan cara ini kamu bisa mendapatkan sesuatu yang menarik bahkan bisa saja mengembalikan gairah yang pernah kamu miliki.

4. Baca koran lokal, untuk mengetahui event apasaja disekitarmu yang mungkin bisa diikuti.

5. Tanyakan pada diri anda, apakah kamu ingin melakukan sesuatu seperti membuat handy-craft, bermusik, menggambar atau menari?

6. Tanyakan pada teman atau orang sekitarmu apa saja kegiatan mereka. Mungkin dari percakapan akan muncul ide baru.

7. Memulai, entah menulis, menggambar, memancing, skating, atau apa saja.

8. Masih belum menemukan juga? keep on trying…. you’ll find your calling eventually

Memilih Perlengkapan Anti Hujan REI Rainwear

Apakah Anda pernah mengembara ke bagian pakaian outdoor REI dan merasa seperti Anda tersesat di padang belantara nilon dan poliester? Memahami beberapa istilah kunci dan dasar-dasar teknologi jas hujan akan membantu Anda menavigasi ke jaket yang membuat Anda tetap kering – dan yang sesuai dengan anggaran Anda.

Ketika menyangkut harga, Anda membayar semua riset, pengembangan, pengujian – dan akhirnya kinerja – dari kain di jaket itu. Top-tier rainwear harganya bisa beberapa juta rupiah, cek dengan teliti sebelum membeli adalah langkah cerdas.

Ingin benar-benar ahli pada bidang jas hujan? Untuk melihat secara mendalam ilmu pengetahuan tentang teknologi kain memang rumit. Bagian perawatan kain pasti ada yang bisa dilihat karena setiap jaket membutuhkan perawatan rutin agar tetap kering.

Jenis Perlindungan Cuaca

Setiap jaket menawarkan beberapa tingkat ketahanan air. Memahami terminologi akan membantu Anda menentukan tingkat perlindungan yang dimiliki jaket tertentu.

Waterproof vs water-resistant

Jaket “waterproof” atau tahan air – ketahanan airnya cukup untuk mencegah hujan deras. Meskipun perusahaan tidak setuju dengan standar pengujian, Anda dapat mempercayai bahwa peralatan apa pun yang ditunjuk oleh merek utama sebagai waterproof dapat bertahan menghadapi kesulitan yang serius.

Tahan air / bernapas / menyerap keringat: Jenis perlengkapan hujan ini membuat hujan tidak sampai ke kulit Anda, sementara juga menggerakkan keringat kembali ke dunia luar. Jika Anda merencanakan aktivitas yang membuat anggota badan dan paru-paru memompa, ini adalah jenis yang bisa Anda pilih karena curah hujan dan keringat bisa diredam.

Water-resistant: Juga bernapas, ini adalah perlengkapan yang bisa menangani hujan ringan untuk waktu yang singkat, jaket bulu misalnya. Jika curah hujan tinggi atau mulai gerimis, ini tidak akan sesuai.

Waterproof / nonbreathable: Jika Anda hanya perlu menahan hujan saat duduk atau berdiri di sekitar, perlengkapan ini tidak apa-apa-dan harganya lebih murah.

Windproof vs wind-resistant

Sama seperti “waterproof” berkaitan dengan “water-resistant”, “wind-resistant” menjadi “windproof”  saat hasil uji melebihi ambang batas yang ditetapkan: 60+ mph, misalnya, adalah spesifikasi untuk semua jaket merek REI.

Windproof: Setiap jaket tahan air juga tahan angin. Itu masuk akal bila Anda menganggap bahwa penghalang yang dirancang untuk menghalangi hujan deras juga akan menghalangi angin yang mendorong hujan. Anda juga akan menemukan jaket dengan teknologi tahan angin, biasanya beberapa jenis laminasi, yang hanya dianggap tahan air.

Wind-resistant: Intinya sama dengan jaket tahan air, ini sering merupakan pakaian ultralight yang mudah dimasukkan ke dalam saku. Dibuat untuk perjalanan singkat, tidak akan menawarkan banyak perlindungan dalam badai.

Jaket 3-in-1

Selangkah di depan jas hujan, desain ini menggabungkan jaket hujan dengan jaket bulu domba atau cangkang terisolasi. Biasanya ritsleting ke dalam jaket hujan, menawarkan pilihan untuk mengenakan kedua potongan.

Jenis Weather Shell

Meski sering digunakan bergantian dengan kata “jacket,” “shell” juga bisa mengacu pada celana, parka dan ponco. Ini adalah kata yang berfokus pada susunan kain lebih dari sekedar gaya garmen. Menjadi terbiasa dengan jenis shell berikut yang akan membantu saat Anda mempertimbangkan pilihan perlindungan cuaca.

Hard shell: Ini adalah istilah alternatif untuk perlengkapan tahan air / bernapas. Seperti yang bisa Anda bayangkan, kain kulit keras pada umumnya, lebih kaku, meskipun kain keras yang lebih lentur sedang dikembangkan. Shell keras tidak terisolasi, jadi kehangatan Anda akan datang dari lapisan dasar dan midlayer.

Soft shell: Versi klasik mengintegrasikan lapisan isolasi dengan shell tahan air. Breathability yang lebih besar untuk perlindungan yang lebih rendah dari hujan, angin dan dingin. Shell lembut adalah yang terbaik untuk aktivitas intensif, dimana keringat menjadi perhatian yang lebih besar.

Desain yang berkembang membuat kategori soft-shell sedikit kabur. Banyak soft shell juga memiliki fleksibilitas yang sangat baik, sebuah fitur yang agak langka di hard shell.

Shell hibrida: Istilah ini akan diterapkan pada berbagai konstruksi. Dalam combo yang lembut / keras, kain yang tahan air dan tahan angin bisa berada di bagian depan dan atas, sementara kain fleksibel yang lebih bernapas ada di samping, belakang dan di bawah lengan baju. Atau Anda mungkin menemukan kulit lunak atau keras yang lembut dengan kain yang lebih tahan lama pada permukaan luarnya atau di daerah dengan keausan tinggi.

Shell terisolasi: Biasanya diisi dengan kain sintetis untuk kehangatan, juga tahan air dan bernapas. Jika jaket memiliki kain tahan air / bernapas, maka Anda menikmati tingkat perlindungan yang tinggi.

 

Usaha kopi omset 3 juta perhari

Bagi warga Pekanbaru, Kedai kopi Kim Teng tentu tidak asing untuk menjadi teman sarapan di pagi hari maupun duduk santai di sore hari. Kedai Kopi Kim Teng di Jalan Senapelan, Pekanbaru buka mulai pukul 06.00 -18.00 WIB ramai dengan pengunjungnya. Dalam sehari menghabiskan 4 kilogram kopi bubuk dengan omset rata-rata Rp3 juta.

Sumber : riaupos.co Laporan ABU KASIM, Pekanbaru

Usaha kedai kopi ini makin berkembang, sejak 2002 kedai kopi yang dulunya bernama Kedai Kopi Segar dan akhirnya dikenal dengan nama Kedai Kopi Kim Teng. Kini, sudah punya beberapa cabang di Pekanbaru, yakni di Jalan Senapelan (pusat), Mal Ciputra Lantai 2, Mal SKA, Perpustakaan Soeman Hs Lantai Dasar dan RS Awal Bros Pekanbaru.

‘’Usaha kedai kopi kita sangat lancar dan tidak ada hambatan berarti dan pengunjung yang datang terus ramai setiap hari. Ini berkat usaha keras dari leluhur kami yang membangun kedai kopi sampai menjadi terkenal sekarang ini,’’ ujar Hawi, pengelola Kedai Kopi Kim Teng di Jalan Senapelan, Pekanbaru.

Ia mengaku, usaha ini dirintis nenek moyangnya sejak 1970, waktu itu Kedai Kopi Kim Teng berada di Jalan Kota Baru, tak jauh dari Pelabuhan PT Pelindo dan pada 2001 barulah pindah ke Jalan Senapelan dan kemudian terus mengembangkan sayapnya di beberapa tempat di Pekanbaru.

Hawi menyebutkan, Kedai Kopi Kim Teng ini merupakan usaha keluarga yang diwariskan secara turun temurun. Jika sebelumnya dikelola langsung oleh kakeknya bernama Kim Teng dan sekarang diserahkan kepada kedua orangtuanya, yakni Kaliono (67) dan Ilianti (62) dan dirinya selaku pengelola.

‘’Dari beberapa cabang itu semuanya di bawah Saya, tapi manajemen mereka sendiri-sendiri dan sekarang mempekerjakan 40 orang karyawan,’’ ujar Hawi yang sudah memiliki tiga orang anak.

Ia menyebutkan, sejak pindah di Jalan Senapelan pada 2001 dan setelah itu barulah berkembang dengan pesat. Juga seiring pengunjung yang datang cukup ramai dan tidak tertampung lagi, maka pada 2004 dibuka cabang di Mal SKA dan setelah itu pada 2008 buka cabang lagi di Mal Ciputra, Jalan Riau, dan 2010 di Perpustakaan Soeman Hs Jalan Sudirman dan terakhir dibuka di RS Awal Bros.

Menurut Hawi, dalam menjalankan usaha itu pihak pengelola kedai kopi Kim Teng tidak memproduksi kopi bubuk sendiri, melainkan diproduksi oleh keluarga yang lain dan kopi bulan jenis kopi Robusta ini didatangkan dari Jambi. Selama ini untuk ketersediaan bubuk kopi tidak ada kendala dan sehari mampu menghabiskan 4 kilogram kopi bubuk dengan omset rata-rata Rp3 juta.

‘’Kami khusus menjual air kopi dan roti bakar, sedangkan untuk makanan yang lain disediakan oleh pedagang lain. Untuk omset Rp3 juta ini hanya di Kedai Kopi Kim Teng Jalan Senapelan, sedangkan untuk cabang ada pengelola yang lain, ’’ ujarnya.

Tidak Menjual Kopi Bubuk
Meski kedai kopinya selalu ramai dikunjungi pencandu kopi, namun di Kedai Kopi Kim Teng ini tidak menyediakan kopi bubuk untuk dijual. Karena kopi yang dipasok melalui keluarganya yang lain, hanya untuk diminum saat kopi panas dan ditemani roti panggang. Namun jika ada pengunjung yang menginginkan kopi bubuk untuk dibawa pulang, pihak Kim Teng tetap memberikannya dalam jumlah terbatas.

‘’Kita tidak jual kopi bubuk, kita hanya menjual air kopi. Mungkin karena cita rasa kopi kita ini enak, sehingga setelah habis minum mereka ingin membawanya pulang. Makanya kita tetap melayani, tapi jumlahnya sedikit,’’ ujar Hawi.

Terkait berapa cangkir kopi yang di jual setiap harinya, Hawi mengaku tidak menghitungnya satu per satu. Ini karena jumlah pengunjungnya sangat banyak, sehingga dia hanya menghitung omset penjualannya, yang mencapai rata-rata Rp3 juta per hari.

‘’Saya tidak menghitung berapa cangkir per hari, karena pengunjungnya banyak,’’ ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, kenapa racikan kopi bubuknya sangat digemari pengunjung, karena dalam biji kopi itu tidak ada campuran bahan yang lain pada saat dimasak. Jadi benar-benar kopi asli dan tidak ada campuran lain. ‘’Tidak ada campuran yang lain dan kopi kita asli, dan biasanya ada kopi yang dicampur dengan jagung, sehingga rasanya agak berbeda,’’ ujarnya.

Sudah Parkir Kendaraan Bermotor
Ramainya pengunjung rupanya membuat Hawi pengelola Kedai Kopi Kim Teng Jalan Senapelan ini resah. Pasalnya para pelanggannya sulit mencari ruang parkir. Apalagi setelah adanya Jembatan Siak III, sehingga parkir hanya dibolehkan untuk satu arah atau di sisi jalan bagian depan Kedai Kopi Kim Teng. Sehingga persoalan itu membuat kemacetan jalan, jika jumlah pengunjung sedang ramai.

‘’Memang parkir kendaraan menjadi kendala bagi kami, karena untuk parkir di jalan tidak dibolehkan lagi dua arah dan hanya bisa satu arah. Sedangkan untuk mencari lahan parkir yang lain sangat sulit dan semuanya sudah dipenuhi dengan ruko,’’ ujarnya.

Hawi hanya berharap, lahan parkir di komplek Masjid Raya Pekanbaru, jika nanti sudah selesai dibangun, maka pengelola komplek Masjid Raya mau bekerja sama untuk mengatasi parkir.

‘’Ya kita berharap nanti pengurus Masjid Raya mau diajak kerja sama untuk parkir, dan itu nanti akan menjadi pemasukan bagi masjid. Karena kita saat ini memang kesulitan untuk mencari lahan parkir yang lebih luas serta terjangkau dengan kedai kopi kita,’’ harapnya.

Hidup dari Keluarga Sederhana
Seiring dengan perkembangan kedai Kopi Kim Teng yang maju pesat, tentu tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Bagaimana leluhur Hawi membangun Kedai Kopi Kim Teng. Dulunya, pemilik Kedai Kopi Kim Teng ini adalah Tang Kim Teng, orang tua dari Kim Teng.

Tang Kim Teng lahir di sebuah rumah sederhana di pinggir Kota Singapura, pada Maret 1921. Nama kecilnya A Ngau. Ayahnya bernama Tang Lung Chiu dan ibunya Tan Mei Liang. Ia anak ketiga dari lima bersaudara. Leluhurnya berasal dari kampung Kwanchiu, Cina.

Kim Teng sendiri pernah tinggal di Siak, Sungai Pakning, Bengkalis, dan Pekanbaru. Ia berasal dari keluarga amat sederhana. Mereka pindah-pindah untuk mencari kehidupan lebih baik.

Ketika berusia 4 tahun, dari Singapura, Kim Teng bersama keluarganya pindah ke Pulau Padang, Bengkalis. Ayahnya bekerja sebagai tukang masak camp di sana. Tak berapa lama, mereka pindah lagi ke daerah Siak Kecil, masih di Kabupaten Bengkalis. Di sini kerja Lung Chiu, ayahnya, serabutan. Tahun 1931, saat usia Kim Teng 10 tahun, keluarga putuskan pindah dari Siak Kecil ke Sungai Pakning. Di situ, mereka menumpang di sebuah rumah orang Cina kaya dekat kantor Bea Cukai.

Namanya Sun Hin atau biasa disapa Tauke Gemuk. Di sini, profesi Lung Chiu sama dengan di Siak Kecil, kerja serabutan. Tahun 1934 mereka pindah lagi ke Pulau Bengkalis. Waktu itu usia Kim Teng 13 tahun. Mereka juga sewa rumah sederhana di Jalan Makau-sekarang Jalan Hokian. Di Bengkalis Lung Chiu kerja jadi tukang masak di sebuah sekolah Tionghoa. Bagi Kim Teng, ayahnya seorang pekerja keras dan ulet.

‘’Leluhur kami adalah pekerja keras, dan inilah hasil kerja keras leluhur kami dan dapat kami rasakan,’’ ujar Hawi, cucu Kim Teng, yang saat ini mengelola Kedai Kopi Kim Teng, Jalan Senapelan.

Pada tahun 1935, Kim Teng pindah ke Pekanbaru. Usianya 14 tahun ketika itu. Di Pekanbaru, ia tinggal bersama kakak keduanya, Tang Tjun Lan dan abang iparnya (suami kakak kedua), Bok Tong An yang sudah lebih dulu tinggal di Pekanbaru. Di Pekanbaru, Kim Teng disekolahkan oleh abang iparnya. Ia bersekolah di Pek Eng, sebuah sekolah Tionghoa milik Chung Hwa Chung Hui. Di sekolah ia belajar banyak hal. Karena sekolah pula ia tahu Belanda dan Jepang sangat kejam menyiksa warga pribumi. Jiwa nasionalismenya mulai tumbuh.

Setelah empat tahun Kim Teng di Pekanbaru, tepatnya pada tahun 1939, keluarganya pindah ke Pekanbaru. Kepindahan ini membuat kondisi ekonomi mereka semakin sulit. Ini memaksa Kim Teng berhenti dari sekolah dan mulai cari kerja untuk bantu ekonomi keluarga. Ia jadi tukang jahit. Kemudian alih profesi jadi pedagang gula tebu dan gula kelapa. Saat itu masih penjajahan tentara Jepang.

Sampailah pada tahun 1943, saat berusia 22 tahun, Kim Teng menikah dengan seorang gadis asal Dabo Singkep (Kepri) bernama Tjang Fei Poan. Dua tahun kemudian, putra pertama mereka bernama Kaliono Tenggana lahir. Tak berapa lama setelah itu, Kim Teng putuskan ikut berjuang aktif mempertahankan kemerdekaan.

Ia bergabung di Resimen IV Riau bagian Siasat Perang dan Perbekalan pimpinan Hasan Basri. Tugas utamanya, memenuhi permintaan sejumlah barang perbekalan, terutama senjata, alat peledak, pakaian tentara, sepatu, obat-obatan, dan perbekalan lainnya.

Pada masa Agresi Belanda I itu lahir putra kedua Kim Teng dan Fei Poan, tepatnya tahun 1947. Di penghujung perjuangannya, tahun 1949, lahir putri ketiga, Liliana Tenggana. Kelahiran Liliana menjadi tanda Kim Teng menutup lembaran perjuangannya. Tahun 1949 pula, melalui Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia.

Otomatis Kim Teng jadi veteran pejuang ’45. Selain itu, ia tak lebih dari seorang pengangguran. Saat itu usianya 30 tahun dan harus menghidupi seorang istri serta tiga anak. Ia cari akal. Kemudian dapat jalan dengan membantu kakak keduanya, Tjun Lan, yang sudah lebih dulu buka usaha kedai kopi di Pekanbaru.

Usaha mereka terletak di Jalan Sago, di sebuah rumah sewa berdinding papan beratap daun rumbia berlantai tanah. Kedai kopi itu bernama Kedai Kopi Yu Hun. Kedai kopi umumnya dimiliki warga Tionghoa suku Hailam. Konon, kopi orang Hailam lebih nikmat rasanya.

Di tengah kesibukan mengurus kedai kopi, Kim Teng dan Fei Poan kembali dikaruniai dua anak perempuan. Satu lahir tahun 1951, yang satunya tahun 1953. Jadi mereka sudah punya lima anak. Tahun 1955, kedai kopi Yu Hun pindah ke sekitar tepian Sungai Siak.

Mereknya pun diganti menjadi Kedai Kopi Nirmala. Usaha kedai kopi sempat mandek saat peristiwa pemulangan warga Tionghoa ke Cina tahun 1959. Beruntung Kim Teng tak kena gusur ke Cina.

inspirasi usaha kopi

Setelah situasi reda, ia mulai buka usaha kedai kopi kembali. Namanya Kedai Kopi Segar. Saat itulah Kim Teng dan istrinya kembali dikaruniai anak. Tahun 1955 lahir anak lelaki bernama Tang Kok Sun. Setahun berikutnya lahir anak perempuan bernama Tang Lie Lian. Lie Lian menjadi anak bungsu Kim Teng dan Fei Poan

Membangkitkan Semangat dari Trauma Kebangkrutan

Banyak orang punya pengalaman pahit dalam bisnis. Gak sedikit yang mengalami trauma berbisnis. Apakah karena gak punya bakat? Apakah karena gak punya cukup pengetahuan?

Apapun alasannya, segala macam trauma harus segera disembuhkan. Dalam sebuah teori kewirausahaan (entrepreneurship) dan bisnis,  memang terdengar cukup mudah saat dipelajari di kelas, akan tetapi dalam prakteknya, berbisnis harus digeluti dengan berbagai macam tantangan yang sebenarnya, dan itu belum tentu ada dalam teori.

Untuk memulai mempraktikannya, perlu semangat tinggi, mulai berinvestasi, modal, dan waktu. Hampir kebanyakan pengusaha akan mengalami moment ‘bleeding period’ yakni waktu berdarah-darah karena membutuhkan kerja keras, berpikir cerdas, feeling, pembiayaan serta waktu yang tak sebentar sebelum menemukan kunci jalan menuju kesuksesan.

Seorang bankir ternama di Indonesia, Sigit Pramono memiliki pendapat bahwa : Setidaknya Ada Dua Persen Pengusaha Jika Indonesia Ingin Maju

Praktisi perbankan dan mantan Dirut bank BUMN tersebut juga menambahkan bagaimana karakter wirausahawan punya sejumlah ciri agar bisa sukses.

Diantaranya harus memiliki

  • Mimpi
    Mimpi merupakan sebuah tekad sebagai modal utama dalam berusaha, memiliki hasrat untuk memperbaiki ekonomi harus terus dipacu.
  • Ambisi
    Keinginan untuk sukses adalah sebuah suntikan penyemangat untuk meraih goal.
  • Tidak Biasa
    Menjadi orang yang tidak bisa artinya tidak memulu mencari zona aman, selalu berpikir out-of-the box.
  • Pengambil Resiko
    Terkadang ada seorang kolega atau kerabat yang sering menasehati untuk berhati-hati dalam berbisnis, nasehat tersebut adalah hal yang wajar dan memang membuat kita lebih berpikir lagi. Namun, disinilah karakter pengusaha sedang diuji.
  • Innovator
  • Kreatif
  • Gigih
  • Percaya Diri

Tekad merupakan modal utama dalam berusaha, memiliki hasrat untuk memperbaiki ekonomi harus terus dipacu. Keinginan untuk sukses tentunya harus memiliki ambisi,

 

Tekad terus berusaha, kalau berhasrat memperbaiki kondisi ekonomi, harus terus dipelihara. Seorang yang ingin sukses harus punya ambisi menjadi orang tidak biasa. Kreasi dan inovasi atas komoditas barang atau jasa yang dikuasai dan diyakini bisa ‘nembus’ pasar, juga harus terus dilakukan.

Selain itu, kegigihan juga kudu terus ditingkatkan. Kadang ada juga kolega atau kerabat yang hobi mengingatkan supaya berhati-hati dalam bisnis. Ini wajar, tapi inilah saatnya karakter wirausaha diuji. Seberapa besar tingkat percaya diri dan keberanian mengambil resiko.

Agar trauma gak berlanjut dan bisa mempercayai mitra bisnis, sejumlah tips perlu diperhatikan, diantaranya:
1. Lebih seksama menyeleksi latar belakang profil usaha calon mitra bisnis
2. Teliti rekam jejak integritas dan rentang waktu berbisnisnya
3. Amati komunitas lingkungan bisnisnya
4. Siapa atau perusahaan mana yang pernah berbisnis dengannya?
5. Lembaga keuangan atau bank yang disepakati mendukung kerjasama nantinya.

Bagaimana cara mengantisipasi supaya pengalaman pahit bisnis gak terulang?
1. Yakinkan diri sudah paham kekuatan dan kelemahan pribadi waktu memasuki dunia bisnis, termasuk mau terus belajar.
2. Cermati semua peluang dan ancaman yang datang dari luar. Ambil peluang, karena kesempatan gak datang dua kali.
3. Perhitungkan resiko. Ancaman selalu ada di balik peluang.

Nah, dengan kapasitas kewirausahaan (entrepreneurship) tadi, setiap peluang sekarang telah menjadi lembar pembelajaran yang lebih menantang. Kalau sudah punya jam terbang lebih banyak, pastu bisa diketahui tipe mitra bisnis mana yang bisa didekati dan mana yang harus dijauhi.

Begitu juga momentum bisnis, dengan pengalaman sebelumnya, kepekaan meraih peluang mestinya akan semakin teruji. Gak kalah penting, konsultasilah dengan perbankan serta kamar dagang setempat untuk lebih membuka peluang sukses usaha. Selamat berbisnis!

Contoh Pemuaian Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pemuaian (thermal expansion) adalah berubahnya ukuran suatu benda meliputi panjang, lebar, luas, atau perubahan volume yang disebabkan oleh pengaruh suhu panas (kalor).

Beberapa contoh pemuaian dalam kehidupan sehari-hari :

Termometer

Pemuaian terjadi juga pada zat cair. Di dalam termometer terdapat suatu zat cair, biasanya berisi air raksa atau alkohol yang tersimpan dalam pipa kapiler. Termometer ini menggunakan konsep pemuaian. Ketika suhu bertambah, maka raksa akan mengalami pemuaian sehingga air raksa tersebut akan naik menandakan berapa suhu saat itu. Demikian sebaliknya ketika suhu turun, air raksa akan mengalami penyusutan.

Balon Udara

Balon udara menggunakan konsep pemuaian gas. Dibandingkan zat padat dan zat cair, gas lebih mudah untuk memuai. Gas tersusun atas molekul- molekul yang bergerak bebas. Apabila dipanaskan, energi gerak molekul akan semakin besar dan tekanan gasnya juga akan lebih besar. Sehingga udara yang panas akan mendesak naik ke atas, mencari udara yang lebih dingin.

Pemasangan Jaringan Listrik/ Telepon

Apabila kita lihat pemasangan kabel- kabel jaringan listrik di sepanjang jalan, nampak longgar/ kendur/ tidak kencang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi memanjangnya kabel pada saat siang hari dan menyusutnya kabel pada malam hari.

Sambungan Rel Kereta Api

rel kereta api contoh pemuaian
Sama tujuannya dengan pemasangan kabel jaringan yang kendur, pemasangan sambungan rel kereta api yang memiliki celah bertujuan agar rel tidak membengkok apabila mengalami pemuaian dan pertambahan panjang. Panjang celah antar sambungan harus diukur sedemikian rupa sehingga tidak kurang antara panjang celah dan pertambahan panjang ketika memuai.

Kaca

Kaca pada jendela bisa saja pecah karena pemuaian saat terkena paparan panas dari sinar matahari secara langsung. Hal tersebut terjadi karena pemuaian panjang yang menekan bagian tepi kaca. Untuk itu setiap kaca yang dipasang pada jendela selalu diberikan sedikit jarak atau ruang pada bagian tepi.

Keramik

Selain kaca, keramik juga dapat memuai. Setiap pemasangan keramik, harus diberikan jarak antara satu dengan yang lainnya yang disebut ‘open joint’. Di tengah-tengah ruang tersebut biasanya diisi dengan bahan ‘nat’ yang memiliki sifat fleksibel.

Mesin Kendaraan

Mesin mobil atau motor yang dingin tidak bekerja secara baik. Hal ini disebabkan ukuran piston yang menyusut, dan ketika mencapai suhu operasi normal (panas) akan bekerja maksimal. Untuk itu sebuah kendaraan dianjurkan dipanaskan dulu sebelum digunakan.

 

 

Terobosan Percetakan 3D Mencetak Logam

percetakan 3d logam

Autodesk telah bermitra dengan pengecoran Michigan dalam proyek “proof-of-concept” percetakan 3D yang menghasilkan bingkai kursi magnesium untuk maskapai komersial. Sehingga bisa menghemat biaya bahan bakar lebih dari $200 juta.

Autodesk menggunakan perangkat lunak Netfabb 3D design untuk menghasilkan model geometris yang kompleks untuk kerangka jok penumpang pesawat baru sekuat kursi tradisional, namun jauh lebih ringan.

percetakan 3d logam

Program CAD menciptakan sebuah file yang digunakan untuk printer 3D dalam plastik bingkai kursi, yang kemudian dilapisi bahan keramik dan dipanaskan sampai suhu tinggi menguapkan plastik bagian dalam.

Cetakan keramik yang tersisa kemudian digunakan oleh Aristo Cast, pengecoran Michigan, untuk memproduksi bingkai kursi magnesium yang memiliki berat 766 gram, lebih ringan dibandingkan dengan kursi alumunium konvensional sebanyak 1.672 gram yang digunakan saat ini.

Sementara laser sintering, metode pencetakan 3D lainnya, menawarkan kemampuan untuk membuat benda dengan puluhan logam, sangat lambat dibandingkan pengecoran logam, yang dapat menggunakan ribuan logam atau material komposit.

Selain itu, pencetakan 3D terbatas pada ukuran yang relatif kecil dari tempat tidur cetak – hanya beberapa meter – bahkan di mesin komersial. Pengecoran logam tradisional memiliki skalabilitas produksi yang hampir tak terbatas.

Dengan cetakan keramik yang dihasilkan, Aristo Cast memastikan bisa menghasilkan 160 kursi magnesium pada pesawat setiap dua hari.

Autodesk dan Aristo Cast mengklaim bahwa jika pembuat pesawat terbang seperti Airbus mengganti semua 615 kursi pada jet A380 dengan bingkai kursi magnesium yang baru dan ringan – melintasi armada dari 100 pesawat yang biasanya memiliki umur 20 tahun – menghemat $206 juta, berdasarkan pada biaya bahan bakar jet rata-rata pada tahun 2015. Seiring dengan pengurangan biaya bahan bakar, jok baru juga bisa berarti 126.000 lebih sedikit ton emisi C02 jika digunakan pada pesawat model tunggal.

“Sementara manufaktur aditif menjanjikan besar untuk masa depan manufaktur, masih sangat baru bagi banyak pengembang produk. Casting, sebaliknya, telah ada selama ribuan tahun dan sangat dipahami,” ilmuwan riset Autodesk Andreas Bastian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Computer World “Ada ratusan ribu insinyur, pengecoran, dan pabrik dengan keahlian mendalam di dalamnya. Itulah salah satu alasan saya mencari jembatan di antara keduanya.”

logam ringan

Untuk tahun lalu, Bastian telah bekerja di pusat teknologi Autodesk di San Francisco untuk menghasilkan kursi maskapai penerbangan yang lebih ringan. Bastian menggunakan algoritma pada perangkat lunak desain Netfabb 3D untuk menciptakan kisi-kisi yang rumit sehingga menghasilkan tempat duduk yang sama kuatnya.

“Kami melompat pada kesempatan untuk bekerja dengan Andreas dan Autodesk Ini adalah proyek yang menarik dan memungkinkan kami untuk merintis beberapa teknik baru untuk pengecoran magnesium,” Paul Leonard, chief engineer Aristo Cast, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Ini juga memberi kami kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang teknik perancangan dan pengoptimalan lanjutan. Itu masih cukup baru di industri kami.”

Sementara terobosan untuk bingkai jok maskapai penerbangan, apa yang dilakukan oleh Autodesk dan Aristo Cast mirip dengan apa yang sedang diuji di industri lain.

Referensi:

https://www.computerworld.com/article/3196354/3d-printing/3d-printing-married-to-traditional-metal-casting-could-reshape-manufacturing.html

http://blogs.autodesk.com/inthefold/light-weight-airplane-seat-can-save-airlines-200000000-dramatically-reduce-carbon-emissions/?AID=11874804&PID=8200811&SID=cw&mktvar002=afc_US_Deeplink

Cara Merawat Laptop Agar Baterai Awet

Laptop atau notebook bukanlah barang mewah pada jaman modern ini, fungsinya pun lebih praktis daripada menggunakan PC karena kemudahannya untuk dibawa kemana saja meskipun tanpa sumber listrik. Namun masalah muncul ketika batterai yang ada pada notebook sudah tak waras lagi alias nge-drop.

Seharusnya rata-rata pemakaian setelah mencharge adalah sekitar 4-5 jam untuk pengoperasian standar, namun apabila satu jam saja langsung habis kinerja baterai menurun dan bahkan lebih parahnya lagi batterai benar-benar tak bisa dipakai. Dan terpaksa harus membeli baterai baru. Untuk itu sebelum hal itu terjadi pada laptop anda, sebaiknya lakukanlah langkah-langkah berikut ini.

baterai awet

1. Jangan terlalu sering memasang dan melepas batterai.

2. Usahakan mulai mengisi baterai ketika indikator menunjukkan angka dibawah 10%

3. Dalam kondisi mengisi namun laptop sedang beroperasi atau dipakai, biarkan sampai full dan jangan lepaskan sampai anda ingin mematikan laptop

4. Jangan terlalu banyak menggunakan sumber daya dari baterai (kondisi not pluged in charge) seperti memasang usb berlebihan ( cooler, menancapkan handphone, dan peralatan lainnya )

5. Yang terakhir adalah sebuah pilihan, yang mana anda akan memutuskan ketika mengoperasikan dalam waktu mungkin lebih dari 10 jam. Banyak orang yang merekomendasikan untuk melepas baterai, pertimbangannya adalah “jarang dipakai pasti lebih bagus’. Tapi tak sedikit pula untuk tetap menggunakan baterai. Alasannya adalah untuk menyelamatkan komponen yang ada pada notebook. Jadi gini, listrik pln yang kita kenal mempunyai arus kadang naik dan kadang turun dan itu bisa berpengaruh pada motherboard dan lain-lain. Seperti halnya pc dengan ups+stabilizer dan tanpa ups+stabilizer, lebih aman mana? Nha dari pertimbangan tersebut akan lebih baik untuk tetap memasang batterai mengikuti poin 2 dan 3 diatas.

Yep, yang namanya barang elektronik suatu saat pasti juga akan rusak. Namun dengan perawatan yang maksimal setidaknya pemanfaatan jauh lebih banyak untuk ketahanan baterai awet digunakan dalam waktu yang lama.

Korupsi Menular Dari Lembaga Besar Sapai Pelosok

korupsiKorupsi tak henti-hentinya menggerogoti anggaran negara ini. Mulai dari pengadaan daging sapi, proyek, bahkan sampai berani mengakali pengadaan kitab suci adalah contoh buruk pejabat tinggi negara. Dan apakah korupsi hanya dilakukan oleh mereka saja? Jawabannya tidak, bahkan kroco-kroco semacam pengelola program pemerintah yang ada di pelosok desa melakukan hal serupa.

Peristiwa ini tidak hanya sekedar info dari seseorang atau berita di media, namun saya mengetahui langsung dengan mata kepala saya sendiri. Program pengadaan internet masuk desa atas nama lembaga pertanian untuk memajukan para petani di desa-desa yang diadakan pemerintah adalah makanan empuk bagi orang-orang yang telibat di dalamnya.

Mungkin awalnya ada segelintir orang yang melakukan mark-up atau mengambil keuntungan yang tidak wajar. Namun lama-kelamaan korupsi itu menular sampai anggota paling bawah sekalipun. Untuk menjadi seorang yang bersih, disitu justru malah ditertawakan dalam arti orang yang benar-benar bersih dianggap sebagai orang ‘sok suci’

Sedikit cerita yang saya sampaikan yang bermula berdirinya lembaga sebut saja penyuluhan pertanian berbasis internet. Untuk semua peralatan dan penyelenggaraan hanya ditaksir sekitar 80 jutaan saja. Saya terkejut ketika mengetahui bahwa anggaran yang tersedia adalah jauh lebih banyak. Lalu kemana dana tersebut?

Setahun kemudian, fungsi lembaga tersebut sudah berubah. Yang tadinya sebagai penyuluhan gratis untuk petani dan perpustakaan telah mubazir. Para pembimbing pun hanya beberapa kali saja melakukan penyuluhan dalam waktu satu tahun bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Maka pengelola yang posisinya paling bawah pun memutar otak untuk menghidupi dirinya yang notabene nya bukan pegawai dinas. Alhasil jadilah lembaga tersebut menjadi warnet.

Tak lama kemudian terbongkar sudah bahwa aliran dana dari pemerintah pusat tidak sampai untuk biaya perawatan dan pengelolaan. Lembaga tersebut akhirnya bubar. Namun sampai saat ini barang-barang milik pemerintah dipakai secara pribadi oleh oknum yang terlibat didalamnya.

Demikian sedikit cerita pengalaman yang saya bahwa tidak hanya di lembaga tinggi negara saja yang melakukan korupsi, namun sampai ke pelosok desa pun banyak oknum yang melakukan hal tersebut.