Menu Tutup

Floaters Mata Awalnya Menganggu Lama-lama Biasa

floater mata

Eye Floaters atau Floaters mata adalah sebuah kelainan yang dialami oleh sebagian besar para lansia. Namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi, terutama layar komputer dan smartphone menjadi salah satu faktor juga yang memicu terbentuknya floaters.

Floaters terlihat seperti bintik-bintik hitam atau abu-abu, rambut halus, atau jaring laba-laba yang melayang ketika Anda menggerakkan bola mata Anda dan tampak melesat ketika Anda mencoba untuk melihatnya secara langsung. Kebanyakan eye floaters disebabkan oleh perubahan yang berkaitan dengan usia yang terjadi karena substansi seperti jeli (vitreous) di dalam mata Anda menjadi lebih cair.

Belum ada informasi bagaimana cara menghilangkan atau mengobati floater mata. Namun beberapa sumber menyebutkan kalau bintik-bintik hitam kecoklatan akan hilang dengan sendirinya. Di sisi lain, banyak juga yang tidak kunjung sembuh, awalnya menganggu kondisi penglihatan dan lama-lama menjadi biasa tanpa menghiraukannya.

Dilansir dari EyeCare, berikut adalah fakta tentang eye floaters

1. Floaters terjadi ketika vitreous (zat seperti gel di dalam mata) perlahan-lahan menyusut dan menjadi lebih cair.
2. Vitreous berserabut dan untaiannya dapat membentuk bayangan kecil pada retina, sehingga menimbulkan floaters.
3. Floaters adalah bagian dari proses penuaan alami dan hanya gangguan.
4. Mereka akhirnya cenderung “menetap” di bagian bawah mata atau di bawah garis pandang untuk menjadi kurang mengganggu, tetapi tidak hilang sepenuhnya.
5. Penyebab floaters yang lebih serius adalah infeksi, peradangan (uveitis), perdarahan, robekan retina, dan cedera pada mata.
6. Floaters lebih mungkin berkembang seiring dengan bertambahnya usia dan lebih sering terjadi pada orang yang sangat rabun dekat, menderita diabetes, atau yang pernah menjalani operasi katarak.

Jika Anda mengalami floaters, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan apakah hanya gangguan saja atau harus menjalani penanganan serius.

Untuk sementara, Anda bisa memanfaatkan kacamata photogrey atau transition lenses. Sebuah kacamata yang bisa menjadi hitam ketika terkena cahaya matahari (sinar ultra violet) dan akan terlihat bening jika di dalam ruangan.

Pengalaman pribadi:

Hampir setiap malam saya begadang dan kadang menghiraukan pencahayaan ruangan ketika bekerja di depan layar komputer. Mata terasa perih, dan terasa kering. Saat itu saya istirahat sejenak. Nah, kondisi ruangan gelap dan kebiasaan buruk saya saat itu cek hp sambil berbaring tiduran di kamar.

Ada yang aneh di layar hp, saya hapus dengan tangan pada layar tapi bergerak-gerak dan tidak hilang juga. Semakin bingung, sebuah titik itu mengikuti arah pandangan saya, dan baru sadar bahwa titik itu berasal dari pandangan mata saya, bukan di layar smartphone.

Beberapa hari kemudian, ketika berkendara di siang hari jumlah titik dan seperti serabut muncul di langit, dan itu juga mengikuti arah pandangan saya. Yup, saya cari info di internet – dan dapat disimpulkan saya menderita yang namanya eye floaters.

Ada beberapa kemungkinan penyebab mata saya floater, mungkin sudah tua kali, enggak lah… hehe.

Pertama: saya pernah mendapati trauma mata. Saya pernah dikeroyok orang dan bogem mentah mendarat tepat di mata kanan saya, sakitnya luar biasa dan mata kanan saya sudah tidak lagi sama dengan mata yang kiri, sampai sekarang.

Kedua: Bisa jadi faktor genetik yang diturunkan dari orang tua saya.

Ketiga: Mungkin kecerobohan saya menghiraukan kesehatan mata, di depan monitor, begadang dan ngopi tiada henti.

Keempat: ……???

I don’t know….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *