Karena Sabar Tidak Ada Batasnya

Karna sabar tidak ada batasnya. Kalo ada batasnya itu tidak sabar. Rasulullah SAW mengajarkan kesabaran yang luar biasa saat di caci maki, didzolimi, dilempari batu dan kotoran oleh kaum kafir. Saking beliau sabarnya sampe kaum kafir bingung sendiri cara bagaimana Kanjeng Nabi biar bisa habis kesabarannya, dan marah-marah layaknya manusia biasa.

Nabiyullah Ayyub, dari kekayaan yang berlimpah, istri cantik dan anak-anak yang sempurna meninggalkannya karna penyakitnya, saking sabarnya Beliau sampe kutu-kutu dari penyakitnya diajak bicara dg bahasa Sabar dan penuh kasih sayang.

Dan kesabaran tanpa batasnya membuat Allah berikan hadiah lagi dengan kembalinya istri dan keutuhan keluarganya.

Karna Sabar tidak ada batasnya.

Karna Sabar adalah Pilihan luar biasa dari suatu keputusan.

Karna sabar adalah mulia dan sudah di disediakan pintu surga yang mulia dimana Allah akan panggil hamba-hambaNya yang bersabar dalam menghadapi ujian di dunia.

Karna dunia adalah waktunya Riyadhoh (saatnya menempuh ujian) dan surga adalah tempatnya istirahat bagi orang-orang yang bersabar dan beriman.

(nea)

Ternak Lele Pakai Terpal, Kelihatanya Mudah dan Untung Besar

Salah satu usaha budidaya perikanan adalah ternak lele pakai terpal. Selain lebih praktis, kolam terpal juga efektif untuk membesarkan ikan lele. Kelihatanya mudah, dan beberapa informasi menyebutkan bahwa hasilnya sangat menjanjikan, modal minim bisa untung besar. Benarkah demikian?

Salah satu budidaya lele di kolam terpal yang ada di Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, menurut pemiliknya, selain lebih hemat daripada kolam permanen, hasil juga lebih maksimal.

Kalkulasi dan analisa biaya ternak lele diantaranya :

Modal ternak lele pakai terpal

  • Biaya untuk pembuatan kolam terpal lingkaran dengan diameter 3 meter
    dan tinggi 1 meter adalah Rp 1.700.000
  • Untuk pakan SD panen 5 sak @300.000 = Rp 1.500.000
  • Bibit sebanyak 10.000 ekor = Rp 300.000
  • Biaya lain-lain kurang lebih Rp 500.000

Total seluruh biaya untuk memulai ternak lele pakai terpal sebesar Rp 4 juta.

Keuntungan ternak lele pakai terpal

Dengan hasil 1 ton, anggap harga terendah adalah 15 ribu per kg, maka penjualannya adalah Rp.15.000.000,- dalam waktu 2 bulan saja.

Rata-rata keuntungan yang didapatkan: Hasil – modal adalah 15 juta-4 juta= 11.000.000 (dua bulan) => 5.500.000 per bulan setiap kolam.

Jika dikalikan dengan banyaknya kolam yang dibuat, maka Anda bisa menghitung sendiri berapa keuntungan yang akan didapatkan.

Kendala

Banyak informasi yang hanya menunjukkan keberhasilan sebuah usaha. Padahal, setiap bisnis ada resikonya, termasuk ternak lele pakai kolam terpal.

Salah satu pemilik usaha ternak lele Eny S. menyebutkan bahwa ia penah membudidayakan lele dan tidak seperti hasil diatas. Menurutnya, ternak lele sebanyak 10 ribu ekor tidak mungkin hanya menyediakan pakan 5 sak – paling tidak untuk lele sebanyak itu membutuhkan 20 sak. Hasil panen konsumsi antara 11 atau paling banyak 12 kwintal itu sudah bagus.

Paling tidak, ada makanan tambahan seperti ayam atau membuat pakan pellet sendiri seperti ampas tahu, katul, dan kepala ikan asin. Tapi itu harus punya mesin untuk mengolahnya, harganya pun tidak murah. Sedangkan tambahan bangkai ayam mungkin bisa menguntungkan. Tapi kalau pakan dan obat obatan kita membeli semua dan kita dapat untung bersih 1 juta atau 2 juta, itu sudah bagus untuk 10 ribu lele.

Dalam 10 ribu lele menghabiskan 3 sak pakan. Eny menjalankan ternak lele menggunakan terpal sudah dua tahun dan banyak kendala yang ditemui.

“Belum angka kematian lele, karna lele jenis kanibal kalau lapar dikit saling bunuh. Aku 2 th ternak lele. Paling dalam dua bulan 10000 lele dapat untung 1 juta kalau harga bagus kematian gak banyak paling 2 juta itu udah banyak banget.” tambah Eny.

Membuka Format Raw di Photoshop

Jika Anda ingin mendapatkan hasil foto yang maksimal, format Raw (NEF) adalah pilihan yang tepat. Pengguna kamera DSLR profesional lebih banyak mengatur gambar dengan RAW atau file mentah. Karena ketika diedit, kita bisa leluasa untuk mengubah eksposure dan warna daripada hasil gambar yang sudah JPEG fine sekalipun. Namun, hal ini sedikit repot karena jika dibuka di Photoshop, membutuhkan sebuah plugin.

Untuk dapat dibuka di Photoshop CC, CS6, CS5, dll silakan download file plugin Camera Raw plug-in installer di halaman https://helpx.adobe.com/camera-raw/kb/camera-raw-plug-in-installer.html

Cari dan pilih sesuai os (windows/mac), klik untuk mendownloadnya.

Cara install plugin camera raw di Windows:

  • Tutup semua aplikasi Adobe (Photoshop)
  • Klik dobel hasil unduhan untuk membuka zip.
  • Klik dobel aplikasi installer untuk memulai memasang, contoh: CameraRaw_9_10_1.exe
  • Akan ada instruksi, ikuti saja.
  • Anda bisa mencoba klik foto raw Anda, kemudian secara otomatis akan ada di jendela baru

Berikut ini adalah contoh foto RAW yang saya ambil di malam hari tanpa lampu sekalipun.

Foto asli dari kamera
Mengubah exposure dan lainnya tanpa menimbulkan banyak noise
File asli dari kamera
Mengubah foto menjadi lebih kontras dan menarik

Untuk menyimpan format NEF (RAW) tadi, klik done.

Jika ingin mengubah format NEF (RAW) menjadi JPG / JPEG / GIF / PNG / dll, klik Open Image, kemudian save as di Photoshop seperti biasa. (hrz)

 

Mengenalkan Tata Surya Pada Anak

Anak-anak lebih suka melihat video dan buku bergambar daripada membaca buku. Lantas, apakah kegiatan mereka berdampak negatif? Tidak selalu, bahkan akan sangat bagus jika kita bisa memilih video yang akan disajikan untuk dinikmati. Salah satunya adalah mengenalkan tata surya pada anak usia dini, paud / playgroup, TK atau SD.

Channel Cerita Cita di Youtube : Penculikan anak, Learning Planets in Solar System Belajar Mengenal Planet Diculik UFO memberikan informasi tentang tata surya dengan tampilan animasi / kartun yang lucu dan mudah dipahami.

Alur cerita: Cita diculik oleh pesawat asing luar angkas, kemudian dia bertemu dengan robot. Cita kemudian diajak robot dengan piring terbangya mengelilingi tata surya berikut nama dan definisi planet-planet.

Lenyai, Binatang Kaki Banyak dan Mengeluarkan Cahaya Hijau

lenyai secara ilmiah

Pernahkah Anda mendengar hewan lena atau rena (Bahasa Jawa) atau leunyai (Sunda), atau mungkin Anda pernah melihatnya langsung? Walaupun sudah bertahun-tahun kami menemui lenyai, akhirnya kita bisa mengungkap tentang binatang yang unik ini.

Apa itu lenyai menurut para ahli dan bagaimana cara mengatasi hewan ini jika memasuki rumah Anda? Simak ulasan Ayomaju.info selengkapnya.

Lenyai adalah salah satu species yang banyak ditemukan di berbagai negara sub-tropis, nama ilmiahnya adalah Geophilus dari family Centipedes (kelabang). Ada berbagai macam Geophilus, diantaranya:

  • Geophilus carpophagus (Leach, 1814)
  • Geophilus easoni (Arthur et al., 2001)
  • Geophilus electricus (Linné, 1758)
  • Geophilus flavus (De Geer, 1778)
  • Geophilus insculptus (Attems, 1895 & Dagger)
  • Geophilus truncorum (Bergsoë & Meinert, 1886)

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tony Barber dari British Myriapod dan Isopod Group (Diterbitkan pada Oktober 2015), menyebutkan bahwa Geophilus cukup menyita banyak perhatian masyarakat. Menyebar di beberapa daerah di Notthinghamshire, Inggris.

lenyai secara ilmiah
Dokumentasi British Myriapod dan Isopod Group

Tidak hanya di Inggris, negara Amerika Serikat dan Australia, mereka menyebutnya sebagai Strigamia (genus) dari Linotaeniidae (family),  Geophilomorpha / Soil Centipedes (order).

Dari segi bentuk dan keunikan binatang yang mirip cacing namun seperti kaki seribu ini bisa mengeluarkan cahaya hijau menyala (glow in the dark).

Jenis Geophilus yang paling banyak ditemukan, termasuk yang ada di beberapa daerah di Indonesia seperti di Pulau Jawa dan Sumatera adalah Geophilus easoni (riset oleh Arthur et al., 2001).

Lenyai dapat diidentifikasi dari bentuk tubuh yang meruncing bagian belakan, bagian tengah tubuh lebih lebar, dua antena di kepala, serta memiliki capitan mulut seperti serangga, juga racun di bawah kepala, terlihat dari bawah.

capit reno
Gigitan beracun

Habitat

Hewan ini paling suka pada tempat yang lembab. Tidak hanya di daerah pesisir, di pegunungan pun hewan ini bisa berkembang biak dengan bertelur di sela-sela kayu yang lapuk, pohon, tanah lembab, bahkan di handuk yang sedikit basah.

Bertelur

Cahaya Hijau

Lenyai akan mengeluarkan darah hijau menyala (berpendar) jika mereka terancam. Ini adalah cara Geophilus mempertahankan diri dari predator yang menyerangnya.

Menyerang manusia?

Banyak beredar mitos dari orang-orang yang kami temui, beberapa diantaranya mengaku telah digigit dan rasanya sangat sakit. Ini bisa juga dibenarkan, karena lenyai memang memiliki racun pada tubuhnya.

Sementara, ada juga masyarakat yang menuturkan bahwa lenyai telah masuk ke telinga. Diketahui, berbagai informasi menyebutkan kejadian telinga yang dimasuki oleh serangga. Jika ini benar terjadi, lenyai bisa saja masuk, menggigit meninggalkan racun, dan bertelur di tempat yang sangat berbahaya / vital.

Percobaan

lenyai seperti cacing
Lenyai berjalan di tembok – memiliki panjang 17 cm

Kami mencoba untuk melakukan percobaan dengan menangkap lenyai dan memasukkannya kedalam toples dengan lubang yang sangat kecil diatas.

Setidaknya sudah ada 5 ekor lenyai dan bisa bertahan sampai 1 minggu yang kami letakkan di tempat yang cukup lembab, dan mereka semakin besar. Mereka (mungkin) hanya memakan embun pagi dan sisa kotoran/debu. Tidak ada makanan, hanya sebuah tissue, dan mereka masuk lipatan tissue.

Sementara, kami pindahkan ke tempat yang kering, hanya beberapa hari, mereka akhirnya mati.

Pencegahaan

Untuk mengatasi lenyai, belum ada cara pasti dikarenakan riset masih berlanjut.

Sementara untuk mencegah hewan liar, kelabang, cacing, serangga, dan mungkin ini bisa diterapkan untuk mengusirnya:

  1. Pastikan rutin membersihkan lantai dan kamar mandi secara rutin, dan gunakan karbol.
  2. Tambal kayu-kayu yang mulai berlubang dengan lem kayu atau dempul, karena itu akan menjadi sarang untuk bertelur.
  3. Jangan membunuh hewan seperti kecoa, semut, lalat, termasuk lenyai di dalam rumah. Perlu diketahui bahwa mematikan hewan, isi dalam perut akan keluar dan menempel di lantai, tembok, dll sehingga akan mengundang hewan lainnya. Satu mati, satu-dua-tiga lenyai akan datang lagi.
  4. Rajin bersihkan debu. Debu dalam rumah sebagian besar berasal dari kulit manusia. Debu tersebut adalah sisa dari sel kulit mati yang tak kita sadari terjatuh, terbang, menempel di mana-mana. Itu bisa jadi bagian dari rantai makanan hama.
  5. Usahakan cahaya matahari masuk ke dalam rumah untuk mengurangi kelembaban.
  6. Jangan menumpuk sembarangan pakaian kotor, segera cuci dan keringkan.
  7. Selalu berdo’a

(hrz)