Biaya Produksi Murah, Mengapa Harga Gadget Baru Dijual Mahal?

Jika kita melihat secara kasar, produk-produk teknologi akan terasa sangat mahal jika kita mengetahui biaya yang dikeluarkan oleh vendor. Secara itung-itungan, sebuah gadget baru dijual dengan harga lebih dari tiga kali lipat dari biaya produksi. Tapi mengapa produsen menetapkan harga yang terpaut tinggi? ayo cari tahu.

Samsung Galaxy S7

Smartphone yang satu ini sudah akrab di telinga Anda, untuk mendapatkan satu unit Samsung Galaxy S7, Anda harus mengeluarkan uang sekitar Rp 9 Juta. Padahal, Samsung mengeluarkan biaya produksi sekitar Rp  3,5 juta ($225), laporan dari Phonearena.

Cost yang dikeluarkan Samsung untuk Galaxy S7 diatas belum termasuk software dan biaya marketing sampai ke tangan pembeli. Ongkos produksi Galaxy S7 sama dengan Galaxy S5 pada tahun sebelumnya. Yang berbeada ada pada komponen Galaxy S7 Qualcomm Snapdragon 820 dengan harga yang lebih mahal, yakni $62 atau Rp 800 ribu.

Andrew Rassweiler dari pihak Samsung menyebutkan biaya lebih tinggi karena menggunakan Qualcomm, akan lebih murah jika membuat Galaxy S7 versi Exynos, chipsetnya dibuat langsung oleh Samsung. Selain itu, komponen termahal kedua adalah kamera yang terpasang di Galaxy S7 yang menelan biaya $13,7 atau Rp 180ribu.

 

Oculus Riff

Oculus Riff adalah alat virtual reality yang memungkinkan pengguna merasa benar-benar memasuki dunia maya. Sebuah penilaian oleh IHS Markit terkait biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan Oculus. Harga untuk komponen termahal adalah layar Amoled dari Samsung, yang harganya $70 atau 1 jutaan. Selain itu, beberapa komponen lainnya memiliki harga lebih murah untuk sebuah Rift.

Total seluruh komponen sekitar $200 atau Rp 2,7 juta. Dan untuk mendapatkan Oculus Riff, pembeli harus menyiapkan uang sekitar $600 atau Rp 8 jutaan. Rentang harga yang jauh, bukan?

Google Glass

Sebuah situs perakit teknologi, Teardown.com mencoba membongkar apa saja komponen yang ada di sebuah perangkat kacamata pintar Google Glass, yang dibanderol dengan harga$1.500 atau sekitar Rp 17 Juta.

Mereka mentaksir beberapa komponen yang ada di Google Glass, dan harga untuk semua komponen tak lebih dari $80. Komponen-komponen yang ada di Google Glass berupa layar sentuh di sebelah kanan frame, SDRAM, prosesor, audio, baterai, kamera, konektifitas, dan perangkat non-elektrik lainnya.

Pertanyaanya, apakah harga yang dibanderol overprice?

Penetapan harga untuk teknologi baru tidaklah sama dengan menjual barang-banang non-inovasi lainnya. Orang awam pasti menganggap perusahaan teknologi menjual seenaknya sendiri. Padahal, harga yang telah ditetapkan oleh mereka sudah mereka pertimbangkan dengan baik.

Biaya Software

Harga untuk sebuah software tidaklah murah. Dalam pembuatan Samsung Galaxy S7, Oculus Riff atau Google Glass harus mengeluarkan biaya untuk sebuah software yang mendukung alat itu berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan.

Biaya Marketing

Upaya paling penting dalam memasarkan produk adalah mengenalkannya melalui sebuah iklan. Dan perlu Anda ketahui bahwa untuk memasang iklan, memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, biaya pengiriman, pajak, garansi, dan masih banyak lagi pengeluaran yang ditanggung oleh perusahaan dalam pemasarannya.

Biaya Riset dan Menghargai Ide

Nah, disinilah letak perbedaan dengan produk-produk lainnya. Produk inovasi teknologi membutuhkan ide yang hebat. Orang-orang yang berada di balik kesuksesan itu layak untuk mendapatkan uang sebagai penghargaan.

biaya produksi gadget murah jual mahal

Sebelum perusahaan membuat sebuah produk barunya, misalnya Google Glass, Google telah menggelontorkan dana besar untuk penelitian sampai akhirnya kacamata pintar itu benar-benar telah siap untuk dipasarkan. Begitu juga dengan perusahaan lainnya seperti Samsung dan Oculus.

Kesimpulan

Sekilas kita melihat sebuah ego yang besar dari sebuah perusahaan teknologi. Tapi dibalik semua itu, mereka layak untuk menentukan harga yang telah ditentukan. Dan sebuah pelajaran juga ketika sebuah ide hebat, perusahaan jangan sekali-sekali mengabaikannya.

 

 

 

 

Jajaran Aktor dan Aktris Indonesia Go Internasional

 

Sebenarnya ada banyak jajaran aktor dan aktris Indonesia yang bermain untuk film-film luar negeri. Namu dari semua yang ada, 4 sosok artis telah memiliki reputasi yang cemerlang di insan perfilman duna, termasuk perfilman Hollywood.

Christine Hakim

christine hakimSalah satu artis legendaris Indonesia, Christine Hakim berkiprah di dunia perfilman tanah air sudah sangat lama. Wanita yang lahir pada 25 Desember 1966 ini pernah mendapatkan Best Actress di ajang International Film Festival untuk perannya dalam film Daun diatas Bantal.

Artis yang pernah memerankan Tjoet Nyak Dhien ini membuktikan peran hebatnya ketika menjadi Wayan, seorang tabib wanita di film Eat Pray Love yang dibintangi oleh Julia Robert.

Film

  • Cinta Pertama (First Love; 1973) (awarded Citra FFI 1974, Surabaya)
  • Atheis (Atheist; 1974)
  • Ranjang Pengantin (Wedding Bed; 1974)
  • Kawin Lari (Elope; 1975)
  • Si Doel Anak Modern (Doel the Modern Child; 1976)
  • Sesuatu yang Indah (Something Beautiful; 1977) (awarded Citra FFI 1977, Jakarta)
  • Badai Pasti Berlalu (The Storm Will Surely Pass; 1977)
  • Petualang-Petualang (Wanderers; 1977)
  • Pengemis dan Tukang Becak (The Beggar and the Pedicab Driver; 1978) (awarded Citra FFI 1979, Palembang)
  • Dr. Siti Pertiwi (1980)
  • Seputih Hatinya, Semerah Bibirnya (As White as the Heart, as Red as the Lips; 1982)
  • Di Balik Kelambu (Behind the Screen; 1982) (awarded Citra FFI 1983, Medan)
  • Ponirah Terpidana (Ponirah is Convicted; 1984)
  • Kerikil-Kerikil Tajam (Sharp Pebbles; 1984) (awarded Citra FFI 1985, Bandung)
  • Tjoet Nja’ Dhien (1988) (awarded Citra FFI)
  • Nemuru Otoko – Japan (1994) (The Sleeping Man; 1994)
  • De Gordel van Smaragd – Netherlands (1997) (The Tropic of Emerald; 1997)
  • Daun di Atas Bantal (Leaf on a Pillow; 1998)
  • Pasir Berbisik (Whispering Sands; 2001)
  • Merantau (Find Oneself; 2009)
  • Jamila dan Sang Presiden (Jamila and the President; 2009)
  • Eat Pray Love (2010)
  • Sang Kiai (2013) (The Clerics; 2013)
  • Pendekar Tongkat Emas (2014) (The Golden Cane Warrior; 2014)
  • De Reis – Netherlands (Short) (2014) (The Journey; 2014)
  • Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto (2014) (HOS Tjokroaminoto: Teacher of the People; 2014)

Iko Uwais

iko uwais majalahIko Uwais yang memiliki nama asli Uwais Qorny, memulai debut yang sangat bagus di film Merantau tahun 2009. Menampilkan pencak silat yang merupakan ilmu bela diri asli Indonesia.

Lanjut ke film berikutnya, bersama Gareth Evans, Iko Uwais berhasil membuat decak kagum penonton, tidak hanya dari Indonesia, melankan dari berbagai belahan dunia lewat film The Raid dan The Raid 2.

Daftar film yang diperankan :

  • 2009 Merantau sebagai Yuda
  • 2012 The Raid sebagai Rama
  • 2013 Man of Tai Chi sebagai Gilang Sanjaya
  • 2014 The Raid 2: Berandal sebagai Rama
  • 2015 Star Wars: The Force Awakens Razoo Qin-Fee
  • 2016 Beyond Skyline as
  • 2016 Mile 22
  • 2016 Headshot

Joe Taslim

joe taslim sta trek beyondPria dengan nama lengkap Johannes Taslim sekarang mulai dikenal dunia. Sebelum menjadi aktor, pria yang memiliki wajah oriental ini adalah atlet Judo peraih medali perak di SEA Games 2007. Salah satu film paling bergengsi di dunia, Fast and Furious ke 6 (2013) menampilkan aksi bela diri yang jago dari Joe Taslim.

Sebelum memainkan peran sebagai antagonis bernama Jah di Fast and Furious 6, Joe juga bersama Iko Uwais di film The Raid: Redemption. Tahun 2016, Joe bermain untuk film Star Trex : Beyond yang dirilis 21 Juli yang lalu.

Film

  • 2008 Karma Armand Guan
  • 2009 Rasa Allivan
  • 2011 The Raid: Redemption
  • 2012 Dead Mine
  • 2013 Fast & Furious 6
  • 2013 La Tahzan
  • 2016 Star Trek Beyond

Yayan Ruhian

nama asli matdog mad dog yayan ruhianSering disebut dengan Mad Dog, nama peran dengan karakter kuatnya di film The Raid, bahkan hampir setiap hari Anda mungkin melihat sosok ‘greget’ ini di media sosial sebagai meme.

Mengawali dunia hiburan di film Merantau, dan di tahun 2015, ia juga memerankan Mad Dog di film Jepang : Yakuza Apocalypse

  • 2009 Merantau Eric First work with Iko Uwais and Gareth Evans
  • 2012 The Raid: Redemption Mad Dog Second work with Iko Uwais and Gareth Evans
  • 2014 The Raid 2 Prakoso Third work with Iko Uwais and Gareth Evans, first work with Cecep Arif Rahman
  • 2015 Yakuza Apocalypse: The Great War Of The Underworld Kyoken (狂犬) / Mad Dog
  • 2016 Beyond Skyline The Chief Filming; Fourth work with Iko Uwais
  • 2015 Star Wars: The Force Awakens Tasu Leech Fifth work with Iko Uwais, second work with Cecep Arif Rahman
  • 2015 Comic 8: Casino Kings

Cinta Laura

cinta lauraPeran Cinta Laura di film After The Dark (The Philosopers) cukup bisa membawa namanya ke kancah internasional. Pada bulan Juli 2016, Cinta berperan sebagai Nicole di film The Ninth Passenger, sebuah film yang menceritakan perjalanan sekelompok mahasiswa mengarungi laut penuh misteri.

  • 2008 Oh Baby Baby MD Entertainment
  • 2010 Seleb Kota Jogja (SKJ) Gadis Starvision Plus
  • 2013 After the Dark : Utami An Olive Branch Productions
  • 2017 “The Ninth Passenger” : Nicole (Lionsgate Films)
  • 2017 “Monster Trucks” : Ariel (Paramount Pictures)

Pengertian DIY Secara Global [Bahasa Inggris]

Ketika Anda mengunjungi sebuah website luar negeri, mungkin akan melihat banyak tulisan DIY. Tentu saja bukan singkatan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena DIY disini, merupakan istilah yang digunakan secara global. DIY singkatan dari Do It Yourself artinya melakukan atau membuat secara mandiri.

Sebagai contoh, Anda sedang mencari inspirasi meja makan modern di situs luar negeri. Anda akan melihat banyak kategori lainnya, misalnya Dining Tables, Classic Table, Kitchen Table, dan DIY Table. DIY table tentu saja bukan meja dari Jogja, tapi ‘Do It Your Self’ Table, meja yang buatan sendiri, bukan buatan pabrik.

perbedaan istilah diy dan membeli

Tidak harus mulai dari nol sebuah benda dikategorikan sebagai barang DIY, paling tidak, ada keterlibatan dalam pembuat barang yang dimaksud sampai menjadi siap pakai atau siap dipajang sebagai hiasan (DIY Stuff).

Gampangnya : DIY adalah kerajinan tangan.

 

 

Apa yang Anda Harapkan dari Jaringan Teknologi 5G

Hari-hari ini ada banyak pembicaraan tentang “5G”, generasi baru kelima teknologi konektivitas mobile. Banyak operator besar seperti Samsung, AT & T, Verizon, Nokia, dan Huawei bekerja keras untuk membuat jaringan internet 5G dalam kompetisi yang ketat.

Seperti apa 5G dan kapan akan digunakan?

jaringan internet 5g lte koneksi

5G merupakan generasi kelima dari teknologi jaringan seluler dengan menjanjikan 4 perbaikan besar:

Kecepatan Tinggi

5G menjanjikan akan memberikan kecepatan 10Gbps (dalam teori) dan kecepatan 100Mbps di jaringan yang padat, beberapa kali lebih tinggi dari platform 4G saat ini.

Latency rendah

Sementara 4G memiliki latency sekitar 30-50ms, latency 5G diharapkan menjadi di kisaran 1ms atau kurang.

Jumlah Koneksi

Sementara jaringan 4G dapat menyediakan hingga ribuan koneksi, jaringan 5G diharapkan dapat meningkatkan jutaan koneksi per kilometer persegi. Hal ini sangat penting berkaitan dengan pertumbuhan eksplosif yang diharapkan dari perangkat IOT untuk sekitar 20 miliar perangkat pada 2020.

Konsumsi daya yang rendah

5G diharapkan untuk mengkonsumsi daya baterai kurang dari 4G.

Terlepas dari asumsi di atas, rincian teknis sebenarnya 5G belum didefinisikan, dan ada persaingan sengit untuk menyelesaikan standar, diperkirakan belum akan rampung pada tahun 2018.

Kapan 5G akan tersedia?

Perkiraan saat berbicara tentang 2020 sebagai tahun ketika kita dapat mulai menggunakan 5G. Ada pembicaraan tentang menyediakan layanan 5G terbatas di tahun 2018 bersamaan dengan Olimpiade di Korea Selatan.

Namun, jika mengingat semua tantangan yang tersisa yang perlu diselesaikan sebelum 5G benar-benar menggantikan infrastruktur 4G, tampaknya kita masih beberapa tahun lagi akan memiliki jaringan 5G LTE secara luas.

Tantangan infrastruktur 5G

Mendefinisikan standar akhir, menyediakan infrastruktur backbone yang diperlukan dimana dapat menangani kecepatan yang sangat tinggi seperti yang diharapkan. Embedding hardware yang dibutuhkan di semua smartphone dan perangkat mobile lainnya.

Kesimpulan

Jaringan 5G hampir dipastikan akan ada. Itu adalah infrastruktur komunikasi yang diperlukan untuk dekade ke-3 di abad ke-21 untuk teknologi lainnya seperti, Artificial Intelligence (AI), dan komunikasi video secara langsung. Namun tampaknya kita harus menunggu selama 5 tahun atau lebih untuk melihat jangkauan yang luas dari 5G untuk kita gunakan sehari-hari.

Kelebihan CRM Dibandingkan Microsoft Excel

Hampir sebuah kewajiban sebuah komputer atau laptop dipasang Microsoft Office, terutama MS Word dan MS Excel. Tapi untuk mendukung pekerjaan ksebuah perusahaan, ada sebuah software alternatif yang sangat efektif, yakni Customer Relation Manager (CMR) solution.

Di sisi lain, ada banyak pembicaraan tentang memanfaatkan CMR, terdengar seperti alat mewah yang digunakan oleh ahli komputer dan bukan sesuatu yang cocok untuk bisnis non-IT.

Pertanyaannya : Mengapa mereka perlu mengganti Excel mereka yang digunakan selama bertahun-tahun dengan solusi CRM yang tampaknya menjadi begitu rumit?

Dalam postingan ini, saya akan menjelaskan secara sederhana untuk menjawab pertanyaan diatas.

Apa itu CRM?

excel vs crm

Sederhananya, CRM adalah sebuah aplikasi online yang memungkinkan beberapa pengguna mengakses, berbagi, update, dan memproses data yang entah bagaimana berhubungan dengan penanganan pelanggan dan klien. CRM melakukan lebih banyak menyediakan komunikasi dan alur kerja otomatis yang telah ditetapkan dan fine-tuned untuk setiap bisnis yang spesifik.

6 Alasan untuk Mengganti File Excel Anda dengan CRM

Berikut adalah 6 alasan sederhana mengapa Anda perlu mengganti file Excel Anda dengan CRM:

Berbagi satu sumber informasi diperbarui

Meskipun Anda juga dapat berbagi file Excel dengan tim, ada tantangan yang jelas dalam menjaga file update – selalu ada tantangan seperti “yang memiliki versi update terbaru dari file” dan “bagaimana menggabungkan info ketika dua anggota tim membuat perubahan pada salinan mereka sendiri “! Menggunakan CRM akan mengakhiri ini dan banyak masalah lain dengan menyediakan satu sumber informasi yang selalu up-to-date.

Melacak semua interaksi pelanggan

Ini akan menjadi sangat rumit dan tidak nyaman untuk memiliki sejarah melacak semua interaksi dengan setiap pelanggan disimpan dalam file Excel. Anda perlu membuat sheet per klien atau untuk sekadar menambahkan rincian dalam comment cell di depan setiap klien. Namun CRM memungkinkan Anda untuk menjaga track record lengkap dari semua interaksi pelanggan seperti pertemuan, email, kutipan, panggilan telepon, dan dengan mudah mengakses track record ini

Integrasi dengan Email

Salah satu metode utama berkomunikasi dengan klien adalah melalui email. Dalam solusi non-CRM, sebagian besar informasi yang paling penting akan tidak dalam file Excel tetapi dalam email individu berinteraksi dengan setiap pelanggan. Anggota tim lainnya biasanya tidak memiliki wawasan tentang informasi ini, ketika seorang karyawan meninggalkan, informasi berharga juga biasanya hilang atau akan sangat sulit untuk diambil. Dengan setup CRM yang benar, komunikasi email dengan setiap klien dilakukan melalui CRM dan disimpan sebagai bagian dari pelacakan pelanggan itu. Oleh karenanya akan sangat mudah bagi orang lain dalam perusahaan untuk memiliki akses ke semua informasi yang sangat berharga.

Fitur Pelaporan

Meskipun Microsoft Excel juga memiliki banyak pelaporan kuat dan data merangkum fitur, CRM sangat kuat dalam hal ini. Beberapa tabular, diringkas, atau laporan grafik dapat otomatis dibuat dan bahkan berbagi dengan manajemen perusahaan melalui email otomatis. CRM juga banyak menyediakan laporan analisis data yang akan memberikan alat yang sangat berguna bagi kesuksesan perusahaan.

Beberapa tingkat mengakses data

Hal ini sangat umum bahwa Anda akan ingin memberikan berbagai tingkat informasi tentang masing-masing klien untuk setiap tingkat dalam organisasi Anda. Dalam non-CRM, itu berarti menciptakan beberapa salinan dari info yang sama di file Excel yang berbeda yang akan sangat tidak efisien dan memakan waktu. Konfigurasi tersebut dapat dengan mudah dilakukan dalam CRM.

Otomasi

Dengan mengotomatisasi alur kerja dan tugas yang paling umum dalam CRM, Anda dapat menghemat waktu dan uang. Ini mungkin adalah manfaat paling penting ketika menggunakan solusi CRM. Anda akan lebih menyadari ketika Anda mulai menggunakannya.

Tantangan Menyiapkan CRM

Menyiapkan CRM bisa cukup menantang jika Anda mencoba untuk melakukannya sendiri. Ini akan membutuhkan kombinasi keahlian teknis dan bisnis serta perusahaan yang mencoba untuk melakukannya sendiri biasanya gagal karena tergantung pada seseorang yang hanya tidak memenuhi syarat.

Untuk memiliki solusi CRM yang sukses, sangat disarankan agar Anda melakukan ini melalui konsultan perusahaan yang dapat :

  • Menganalisis kebutuhan bisnis Anda
  • Mengusulkan solusi CRM terbaik di antara ratusan solusi yang berbeda yang tersedia
  • Menyesuaikan CRM dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda
  • Mentransfer data lama untuk CRM
  • Paling penting, mentor staf Anda untuk secara efektif menggunakan CRM dalam pekerjaan sehari-hari mereka

Pilih Mana Analog CCTV atau IP Camera?

Kalau cuma menuduh, belum terbukti keabsahannya ketika barang-barang yang ada di rumah atau toko hilang hanya mengarah kepada orang yang dicurigai. Lain halnya jika sudah ketangkap kamera, hayo… si maling nggak bisa ngapa-ngapain lagi.

cctv panasonic ilustrasi maling

Jika Anda mencari di internet, Anda dapat menemukan banyak perbedaan harga antara CCTV Analog vs IP Kamera Digital.

Pertanyaan utama adalah : Apakah IP Kamera akan menjadi pemain tunggal di masa depan CCTV, atau masihkah ada beberapa alasan tepat untuk mempertahankan kamera analog?

Analog CCTV vs Ip Camera

Hari ini, banyak terlihat desain CCTV diusulkan untuk bangunan yang berdasarkan solusi CCTV analog. Tidak seperti beberapa desainer yang masih mengusulkan kamera analog, bisa mengkonfirmasi bahwa masa depan solusi pengawasan CCTV adalah dengan sistem berbasis IP. Namun demikian masih ada kasus yang jarang terjadi, di mana salah satu mungkin memutuskan untuk mengusulkan kamera analog.

Pada artikel ini, saya akan menjelaskan untuk mudah dipahami perbedaan utama antara CCTV analog dan IP Kamera

Tanpa ngoceh ke terlalu banyak penjelasan teknis, kedua sistem dapat cepat didefinisikan sebagai berikut:

Analog CCTV

Kamera analog mentransfer sinyal video dalam bentuk analog (sinyal listrik), biasanya menggunakan kabel koaksial untuk pemasangan kabel, dan memiliki video yang direkam oleh DVR (Digital Video Recorder), di mana setiap kamera tunggal langsung terhubung ke DVR.

IP Camera

Kamera IP mengkodekan sinyal video ke dalam paket IP, menggunakan jaringan data (LAN) untuk pemasangan kabel, dan memiliki video yang direkam oleh NVR (Network Video Recorder) yang dapat terhubung di mana saja pada jaringan.
Kedua jenis kamera menggunakan mekanisme yang sama untuk menangkap video dengan sensor CCD mereka, dan perbedaan utama adalah metode dimana sinyal video ditransmisikan.

Ditinjau dari segi manfaatnya, IP Camera lebih baik dari Analog CCTV

Kualitas gambar yang lebih tinggi: Tidak seperti beberapa tahun yang lalu, di mana kamera memiliki resolusi video ‘huh’, sekarang kamera IP besaran mega piksel yang jauh lebih jernih. Dengan resolusi pixel yang lebih tinggi pada kamera IP berarti Anda dapat memperbesar detail lebih pada adegan bahkan setelah itu rekam, tanpa kehilangan kejelasan. Bisa melihat batang hidung seseorang.

Kabel infrastruktur terpadu

Dengan memanfaatkan LAN infrastruktur jaringan yang sama, kamera IP biasanya dapat digunakan tanpa kabel. Hal ini juga memungkinkan memanfaatkan media jaringan yang berbeda seperti nirkabel dan serat link mulus.

Tidak ada gangguan / distorsi besar kerumitan

Dalam sistem analog, terutama ketika kamera lebih beberapa ratus meter / kaki dari DVR, gangguan dan distorsi karena suara listrik, koneksi berkualitas buruk, dan efek tanah loop dapat menyebabkan situasi rumit yang memerlukan upaya ekstensif untuk mengatasi. Dengan kamera IP, tidak perlu repot-repot tentang masalah kualitas interferensi / gambar.

Pengaturan Power

Kamera IP dapat sebagian besar didukung melalui kabel jaringan yang sama melalui POE (Power Over Ethernet) hanya dengan menghubungkannya ke switch jaringan POE, menghilangkan kebutuhan untuk sumber terpisah dari power. Hal ini tidak terjadi di kamera analog, di mana setiap kamera akan membutuhkan sumber daya yang terpisah.

Manajemen mudah

Kamera IP dapat dengan mudah dikelola dan dikendalikan dari jarak jauh. Hal ini sangat menyederhanakan dan mempercepat pemecahan masalah dari sistem. Satu dapat dengan mudah memeriksa konektivitas dari setiap kamera individu melalui jaringan menggunakan laptop dengan otentikasi yang tepat, sementara di kamera analog yang hadir secara fisik untuk setiap kamera dan menggunakan alat monitor yang terpisah adalah suatu keharusan.

Banyak fitur tambahan

Kamera IP menawarkan fitur baru dan perangkat tambahan, termasuk analisis video dan fitur tambahan, antarmuka web untuk melihat langsung dan monitoring dan kontrol jarak jauh, pemberitahuan peringatan otomatis melalui email dan SMS dan bahkan internal yang NVR untuk merekam video.

Dengan semua perangkat teknologi, banyak argumen membenarkan kamera analog tidak berlaku lagi dan alias ketinggalan jaman. Argumen seperti kamera analog memiliki kualitas gambar yang lebih baik dengan biaya murah, itu valid beberapa tahun yang lalu, tapi sekarang tidak lagi.

Tapi ada dua kondisi dimana membutuhkan kamera Analog CCTV :

Sistem yang sangat kecil untuk toko-toko kecil

Jika Anda menginginkan biaya pemasangan efektif untuk mencakup hingga 4 kamera terhubung dengan kabel yang sangat singkat untuk sebuah DVR untuk setup pengawasan dasar untuk sebuah toko kecil, kamera analog mungkin masih cukup untuk 1 sampai 2 tahun lagi.

Distribusi kamera tanpa infrastruktur jaringan yang ada

Mungkin ada beberapa kasus yang jarang terjadi di mana solusi pengawasan sederhana diperlukan, di mana ada beberapa kamera didistribusikan di arah yang berbeda dan dengan beberapa ratus meter jarak dari ruang kontrol. Dalam hal tersebut, jika tidak ada infrastruktur jaringan yang tersedia, salah satu mungkin masih mempertimbangkan solusi kamera analog demi biaya yang lebih rendah dari implementasi.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, jika Anda mendengar seorang desainer mengusulkan Anda ketika membangun gedung perusahaan memasang sistem kamera memakai “kabel koaksial” – bisa disimpulkan Anda berada di tangan yang salah.

3 Teknologi Revolusioner dalam Perluasan Internet

Meskipun penetrasi internet konstan, menurut laporan oleh Komisi Broadband PBB, 54% dari 7,4 miliar populasi di dunia masih tidak memiliki akses ke layanan internet. Dua sepertiga dunia juga masih kurang dalam cakupan internet. Keterbatasn finansial salah satu kendala dalam pengadaann akses internet untuk sekitar 700 juta orang yang tinggal di daerah-daerah tertinggal.

Sementara hampir semua orang setuju tentang pentingnya dan dampak yang besar bahwa konektivitas internet dapat membawa kemajuan penduduk dunia. Namun beberapa kendala seperti harga kabel serat akan sangat mahal dan tidak praktis untuk menutupi lokasi sangat luas.

Jaringan mobile (atau jenis lain dari solusi nirkabel) akan juga tidak praktis karena mereka akan perlu membangun tower besar di setiap 50 km atau lebih, yang akan memiliki biaya CPEX dan OPEX yang besar, dan tidak akan layak bagi operator seluler.

Solusi VSAT akan lebih praktis untuk lokasi tersebut, namun mereka saat ini terlalu mahal untuk menjangkau mayoritas penduduk yang belum bisa menikmati internet.

Jadi bagaimana mungkin untuk praktis memberikan tarif murah (atau bahkan gratis) untuk akses global ke internet?

Jawabannya adalah : transponder yang mengorbit rendah di langit!

VSAT standar tergantung pada satelit geostasioner yang terletak di geostasioner bumi Orbit (GEO) sekitar 35.000 Km di atas tanah. Hanya pada orbit ini, kecepatan satelit yang beredar mengelilingi bumi akan sama dengan kecepatan sirkulasi bumi, menyebabkan posisi satelit tetap sehingga Anda dapat menyesuaikan antena Anda menuju satelit. Namun biaya tinggi dari satelit dan peluncuran mereka, perlu untuk peralatan mahal di tanah termasuk antena directional besar dan latency tinggi juga, karena setiap data perlu melakukan perjalanan 35.000 Km ke satelit dan kembali ke bumi.

Untuk mengatasi masalah ini, satelit atau transponder alternatif / repeater harus diposisikan pada jarak yang lebih rendah dari bumi (Low Earth Orbit – LEO). Namun dengan melakukan hal ini, masalah baru muncul:

Tidak seperti satelit GEO yang bisa dengan mudah menutupi sepertiga permukaan dunia ini, solusi LEO hanya akan menutupi beberapa puluh kilometer dan karenanya, untuk membuat cakupan global benar, ratusan atau ribuan dari mereka akan diperlukan.

Ini akan sangat sulit dan mahal untuk mempertahankan repeater di ketinggian LEO di lokasi yang tetap. Dalam kasus satelit LEO untuk mempertahankan dalam orbit mereka, mereka harus beredar mengelilingi bumi pada kecepatan tinggi.

Karena fakta di atas, untuk menjaga konektivitas, repeater harus bisa mulus melewati setiap koneksi tunggal antara satu sama lain.

Oleh karena itu, memberikan solusi yang terdiri dari ratusan atau ribuan repeater di LEO orbit di langit, sambil menjaga solusi murah dan terjangkau adalah tantangan yang perlu ditangani.

Pada artikel ini, ada 3 cara revolusioner untuk menyediakan cakupan internet global :

  • Menggunakan balon diisi gas-bertindak sebagai satelit
  • Menggunakan pesawat tak berawak dengan sayap yang sangat besar bertindak sebagai satelit
  • Menggunakan Satelit LEO (Low Earth Orbit)

Ketiga ide-ide teknologi revolusioner secara aktif dan serius digagas oleh 5 perusahaan terkemuka: Alphabet (Google), Facebook, Space X, Boeing dan OneWeb untuk mengatasi tantangan ini.

revolusioner teknologi

“Loon” Proyek oleh Google

Perusahaan Alphabet (Google) memberikan solusi untuk menyediakan cakupan internet global yang disebut proyek “Loon”. Idenya adalah dengan menggunakan balon besar diisi gas, melayang di seluruh dunia dan didukung oleh sel surya di sekitar ketinggian 20-30 km di atas tanah. Setiap balon diharapkan untuk beroperasi selama sekitar 3 bulan pada suatu waktu.

Salah satu tantangan utama dari proyek ini adalah bagaimana mempertahankan lokasi balon tersebut. Google sedang mencoba untuk memecahkan tantangan ini dengan menggunakan

“algoritma perangkat lunak untuk menentukan di mana balon yang harus pergi dan kemudian bergerak masing-masing ke dalam lapisan angin bertiup ke arah yang benar”t-3

Jika tantangan ini teratasi, manfaat solusi Google adalah itu biaya yang relatif lebih rendah dari masing-masing balon dan kemampuan untuk mempertahankan balon di wilayah geografis yang relatif kecil akan mengurangi jumlah balon yang dibutuhkan.

Google telah menguji beberapa balon mereka, tetapi mereka belum memberikan batas waktu yang jelas untuk kapan akan dimasukkan ke dalam kerja nyata, mungkin karena diprediksi tantangan teknis sangat sulit.

“Aquila” Project dari Facebook

Facebook telah memilih untuk berinvestasi pada pesawat tak berawak dengan sayap yang sangat besar (lebar sayap sekitar 40 meter) ditutupi oleh sel surya, memungkinkan mereka untuk tetap di langit selama sekitar 3 bulan pada ketinggian sekitar 20 Km dari tanah. Tidak seperti solusi Google yang menggunakan teknologi LTE, Facebook “Aquila” berinvestasi menggunakan sinar laser untuk memberikan kecepatan tinggi internet dalam jarak radius 80 Km di tanah di bawah.

Apa tahap proyek ini sebenarnya? Saya tidak bisa menemukan informasi publik yang jelas apapun. Namun tantangan utama dari proyek menurut saya akan menjadi daya tahan drone dan menjaga mereka biaya yang efektif.

OneWeb dalam kemitraan dengan Qualcomm dan Airbus, telah mengambil pendekatan yang lebih “klasik” – dengan menyiapkan armada sekitar 700 satelit dengan biaya murah beredar di orbit LEO sekitar ketinggian 1200 km diatas tanah. Sebenarnya, ini bukan konsep baru dan sudah di tempati oleh Iridium – jaringan dari 66 satelit yang mengorbit pada ketinggian sekitar 780 Km dan menyediakan telepon global dan cakupan data kecepatan rendah untuk perangkat Iridium sejak tahun 1998. (Iridium kini mulai meluncurkan Iridium armada satelit NEXT baru mereka yang akan menyediakan konektivitas data dengan kecepatan hingga 8 Mbps)

Solusi OneWeb ini yang berbeda dari Iridium, mereka berinvestasi pada produksi massal dari satelit untuk mengurangi biaya per satelit dan tentu saja untuk menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Juga, terminal pengguna OneWeb ini akan memberikan LTE, 3G dan WiFi koneksi internet untuk daerah sekitarnya.

solusi OneWeb ini diharapkan mulai layanannya pada 2019.

SpaceX dan Boeing Satellite Solutions

Ada juga perusahaan lain berlomba dengan OneWeb tentang pengaturan armada satelit LEO besar untuk menyediakan konektivitas internet global, yaitu SpaceX dan Boeing.

Seperti yang kita ketahui, SpaceX merupakan layanan ke Stasiun Antariksa Internasional. Mereka telah memiliki rencana untuk meluncurkan beberapa 4000 satelit kecil dan murah yang diorbitkan dengan ketinggian yang sama seperti OneWeb. Proyek ini juga didanai oleh Google dan tes diharapkan akan dimulai pada tahun 2016 ini.

Boeing bergabung pada bulan Juni 2016, dengan mengungkapkan rencananya untuk menggelar beberapa 3000 satelit, 1400 di antaranya adalah untuk diletakkan di orbit dalam waktu 6 tahun. Menariknya, Boeing juga berencana untuk memiliki satelitnya di ketinggian sama seperti orbit LEO, 1200km.

Kesimpulan

Sementara kita harus menunggu dan melihat siapa yang akan memenangkan pertempuran teknologi untuk memberikan layanan yang murah dalam internet global, semua upaya ini menunjukkan masa depan yang menjanjikan di mana setiap orang di planet ini hanya akan dikenakan biaya murah (jika tidak gratis) untuk akses ke internet. Perlombaan ini benar-benar baru sebagai teknologi revolusioner dan telah diakui oleh resolusi PBB sebagai hak dasar manusia.

Umbrela Girl Muslimah Bikin Hati Jadi Adem

Pada umumnya, umbrela girl atau gadis payung yang biasa mendampingi sang pembalap, misalnya MotoGp selalu menampilkan busana serba mini. Tapi tidak dengan sebuah ajang balap motor di Malaysia Superbike Champhionship pada pekan kemarin, para gadis mengenakan baju muslimah, Minggu 24/7.

Pada kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang tersebut, tujuh perempuan berpakaian hijab berdiri di Kejuaraan.

umbrela girl hijab

Tidak hanya itu, saat di lintasan sebelum race berlangsung, nampak seorang wanita cantik berjilbab dengan memayungi sang pengendara.

gadis payung hijab bikin hati jadi adem

Seperti dilansir dari Rilex1Corner, ini merupakan pertama kalinya di sirkuti Sepang Malaysia. Model disewa oleh ZettyJasmy, butik yang secara khusus menjual fashion atau baju muslimah.

“Gadis-gadis berpakaian baju biru untuk melawan gagasan bahwa gadis di lintasan harus selalu berpakaian minim” kata Jasmi Abdul Malek yang tak lain adalah pendiri batik tersebut.

Reaksi Berlebihan Masyarakat Soal “Bule Rusia Menggelandang”

Sejak hari Selasa 26/7 warga ibu kota diramaikan dengan informasi mengenai dua orang warga negara Rusia yang dikatakan tak bisa pulang ke kampung halamannya alias menggelandang. Sosial media dengan cepat menyebarkan rumor ke publik, bahkan turut membawa nama Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Informasi awal

Sebuah berita dari merahputih.com – Dua turis Rusia, Dimitrii Abdugafarov dan Aleksandra Kolesnikova terpaksa menggelandang di Jakarta akibat kecurian saat melakukan penelitian di Papua. Keduanya—laki-laki dan perempuan— berhasil ke Jakarta dari Papua setelah mendapat bantuan.

Kedua bule yang menggelandang di Jakarta, tepatnya depan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, ramai menjadi perbincangan di media sosial. Berita keduanya menyebar setelah akun Facebook bernama Iqbal Hendarawan membagikan beberapa foto keduanya tengah duduk sambil mengamen.

“Ini gw bingung mau bantu gimana, jadi ada bule Rusia kata mereka kehilangan pasport dokumen penting dll di Papua,” kata Iqbal dalam keterangan fotonya.

Iqbal juga menceritakan bahwa mereka minta bantuan dengan mengamen di depan Stasiun Sudirman. Sementarai dari Papua ke Jakarta, kedua bule itu mengatakan mendapat bantuan di sana. “Bawa ke kedutaan besarnya aja apa gimana nih? Atau ada yang bisa nolongin? Sekarang posisinya lagi di depan Stasiun Sudirman deket Dukuh Atas.”

Kedua warga asing ini dalam foto tampak menjadi perhatian para pelintas. Sang perempuan terlihat membawa ukulele untuk mengamen. Di depan keduanya terdapat tulisan, tampaknya tulisan ini buatan orang lain yang ingin membantu.

foto gembel bule
Bule Rusia di depan Stasiun Sudirman (Foto: Facebook/Iqbal Hendrawan)

 

“Hallo! Kami mengalami kehilangan tas akibat dicuri seseorang di Papua (passport, uang, kartu, handphone). Kami membutuhkan bantuan dalam bentuk uang untuk membeli tiket pulang,” demikian dicatata di atas kertas kardus di hadapan kedua warga asing itu.

Kemudian akun Iqbal tadi menginformasikan lagi bahwa saat ini keduanya telah ditolong sesorang dan kini tinggal di Kayu Manis, Jakarta Timur. “Lagi minta alamat lengkapnya di mana supaya bisa jenguk (lagi nunggu balesan). Kata mereka kedutaannya bilang paspornya baru jadi 3 bulan lagi dan visanya abis tgl 12 Agustus ini.”

Klarifikasi

Selanjutnya, website indonesia.rbth.com menjelaskan kronologi sebenarnya di lapangan. Lantas, seperti apakah kejadian sebenarnya? Benarkah informasi yang selama ini beredar?

Berikut klarifikasi Dmitry Abdugafarov dan Aleksandra Kolesnikova kepada RBTH Indonesia.

RBTH Indonesia bertemu Dima dan Sasha (panggilan akrab Dmitry dan Aleksandra) di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta. Keduanya mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mereka menghadapi situasi ini.

RBTH (R): Bisa Anda jelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Anda berdua?

Aleksandra Kolesnikova (A.K.): Sebagaimana yang Anda tahu, kami kehilangan paspor. Kini kami harus pulang ke Rusia. Namun, ada beberapa masalah. Karena tiket ke Rusia sangat mahal, sulit bagi keluarga dan teman-teman kami untuk mengumpulkan uang, tapi tentu saja mereka membantu kami, mereka meminjam uang dari teman-temannya demi membantu kami. Sebetulnya, kami hanya ingin mengumpulkan sedikit uang untuk membantu keluarga dan teman-teman kami di Rusia yang juga sedang berusaha mengumpulkan uang.

R: Apa saja yang Anda lakukan untuk mengumpulkan uang?

A.K.: Kami pergi ke jalanan. Awalnya tidak ada masalah. Kami duduk di suatu tempat, kira-kira satu kilometer dari sini (Plaza Festival), orang-orang hanya berlalu-lalang, dan memberikan uang. Dalam dua jam, kami berhasil mendapatkan 400 ribu rupiah. Jadi, kami pikir ini ide yang bagus. Kami tidak merepotkan siapa pun. Jika kami melakukan ini setiap hari, kami bisa mengumpulkan jumlah yang kami butuhkan untuk membeli tiket dalam dua minggu. Namun kemudian, kami duduk di stasiun itu (Stasiun Sudirman -red.), dan secara kebetulan, beberapa orang datang menghampiri, mengambil foto kami, dan menanyai kami. Sayangnya, karena keterbatasan bahasa, mereka salah paham.

R: Apa yang mereka tanyakan dan bagian apa yang menimbulkan kesalahpahaman?

A.K.: Mereka bertanya soal kedutaan, apakah kami sudah pergi ke kedutaan, kami bilang, “Iya, kami sudah ke Kedubes Rusia, tapi mereka tidak bisa membantu masalah administratif, dan itu bukan tanggung jawab mereka.” Mereka juga bertanya, seperti, “Apakah kami sudah pergi ke imigrasi,” dan ini sangat sulit untuk kami jelaskan sehingga ada banyak orang yang salah paham.

R: Apa yang terjadi selanjutnya?

A.K.: Ketika kami pulang, seseorang ternyata sudah memublikasikan foto kami di Facebook dengan banyak informasi yang salah, bahwa kami tersesat, kami menjadi gelandangan, kami sakit, dan sebagainya. Setelah saya coba jelaskan, seperti, “Teman-teman, mohon tenang, ini cuma salah paham,” tapi publik sudah terlanjur gempar, dan semua orang sepertinya marah.

R: Apakah ini berarti Anda menolak dibantu?

A.K.: Tidak, tentu saja kami tidak menolak jika orang-orang mau membantu kami. Namun, kami pikir, jika mereka mau membuat penggalangan dana publik, ini terlalu berlebihan, ini sama sekali tidak sepadan. Ada lebih banyak orang miskin di Indonesia yang membutuhkan perhatian seperti ini, dan kenapa orang-orang tidak membahas isu itu di media sosial? Orang-orang secara kebetulan melihat kami, mungkin hanya lima menit, dan (kegemparan) ini terjadi. Kami tidak mengira situasinya akan menjadi sebesar ini. Orang-orang mengira bahwa mereka mengerti sesuatu, padahal tidak sama sekali.

Mohon dimengerti, saya tidak keberatan dengan bantuan, tapi saya ingin orang-orang paham bahwa ini bukan masalah yang terlalu serius. Kami sama sekali tidak berharap orang-orang menjadi seperti ini — mengumpulkan dana. Sebetulnya, dengan sumbangan 5.000 rupiah saja, kami sudah bisa pulang ke rumah. Sekarang, saya tidak bisa selalu membuka Facebook. Tiba-tiba ada ratusan orang yang ingin berteman dengan saya, dan ada banyak pesan masuk dari orang-orang. Mereka bertanya, “Apa kabar, bagaimana keadaanmu, dan di mana kamu tinggal?”

R: Artinya, kini Anda berdua merasa bahwa masalah justru bertambah?

A.K.: Ya, ini menimbulkan masalah bagi kami, tapi yang paling buruk, mereka menyerang kedutaan kami. Ada terlalu banyak informasi salah yang beredar internet. Seseorang bahkan bertanya ke kepada konsuler dan bertanya apakah mereka bisa membantu kami. Mereka (konsulat) bilang bisa, tapi (menurut orang yang bertanya itu) kami tidak mau pulang sekarang.

Mari saya jelaskan. Kami pergi ke kedutaan, ke konsulat. Mereka bilang, mereka bisa memberikan kami dokumen yang dibutuhkan (sebagai pengganti paspor). Dokumen itu berlaku selama sepuluh hari. Artinya, kami harus terbang tanggal 3 Agustus. Namun menurut mereka, jika kami hanya punya sedikit uang, sebaiknya kami membeli tiket pada hari lain karena harga tiket pada keesokan harinya adalah 800 dolar AS. Jika kami beli tiket tanggal 10 Agustus, harganya hanya 600 dolar AS, dan itulah yang paling murah.

Bagi Dima (Dmitry), dia harus mendapatkan tiket termurah dengan penerbangan tanpa keluar dari zona transit. Jadi, jika kami membuat dokumen pada hari itu, tanggal 25 Juli, dokumen itu akan kadaluarsa pada tanggal 10 Agustus. Karena itulah, konsuler mengatakan bahwa kami bisa datang kembali ke sana sekali lagi dan mereka akan buatkan dokumen ini.

R: Ada rumor bahwa Anda berdua menolak untuk menghubungi keluarga Anda dan hal itu menimbulkan kejanggalan bagi beberapa pihak. Apa tanggapan Anda?

A.K.: Ketika konsuler bertanya apakah kami mau menelepon keluarga kami, kami bilang, “Tidak,” karena kami sudah mengabari mereka. Namun, ketika konsuler mengatakan pada orang yang menyebarkan informasi bahwa kedutaan tidak bisa membantu kami, sebenarnya — yang dimaksud konsuler adalah terkait dokumen, bukan soal uang. Jika Anda berharap mereka membantu soal barang-barang kami yang hilang — ini jelas bukan tanggung jawab mereka. Memang, ada beberapa pengecualian, misalnya ada situasi yang membahayakan hidup si warga negara terkait — ada bantuan dana, seperti jika ada bencana tsunami, atau situasi darurat di negara itu. Namun, apa yang kami alami adalah sesuatu yang wajar terjadi.

Hitchhiking atau menumpang kendaraan adalah cara yang paling murah untuk bepergian bagi para wisatawan dengan anggaran terbatas.

Ada banyak orang (turis) yang kehilangan uang di Bali, misalnya. Hanya saja, mereka biasanya sudah punya tiket balik. Lalu, kenapa kami tidak punya tiket balik? Ini karena kami tidak berencana pulang dengan terbang langsung ke Rusia. Kami berencana pergi ke Kuala Lumpur dulu, dengan penerbangan murah, dan setelah itu kembali ke Rusia dengan jalur darat, sama seperti ketika kami tiba di Indonesia, dengan hitchhiking. Sebetulnya masalah ini sangat sederhana, tapi kini menjadi rumit.
R: Bagaimana Anda bisa kehilangan paspor Anda?

A.K.: Kejadian itu terjadi saat kami dalam perjalanan ke Nabire dari Jayapura. Kami ke sana dengan kapal. Di hari terakhir sebelum kami tiba di Nabire, kami tidur di dek kapal karena ada banyak sekali orang di dalam kapal dan udaranya sangat panas. Kami membawa semua barang beharga kami saat tidur. Kami tidur dengan memeluk tas ini, tapi Dima tidak terbangun ketika sesorang mengambil tas ini, dan tentu saja, sangat mustahil untuk menemukan siapa yang mengambilnya karena ada banyak sekali orang di kapal itu. Kami bicara pada kru kapal, tapi mereka tidak terlalu bisa bicara dalam bahasa Inggris, dan tidak bisa menanyai semua penumpang satu per satu. Bisa jadi, pencuri itu hanya mengecek tas dan mengambil apa yang ia ingin ambil dan membuang tas itu ke laut.

Setelah itu kami di Nabire, setelah setengah jam lapor ke polisi di sana, kami mendapatkan dokumen yang kami butuhkan (surat kehilangan -red.). Saat itu, yang saya punya hanya handphone, peta, dan GPS. Ketika saya melihat ke persimpangan untuk memahami di mana kami berada, tiba-tiba ada orang dengan motor yang menyambar handphone saya begitu saja, dan handphone saya pun lenyap.

R: Bagaimana Anda berdua akhirnya bisa tiba di Jakarta?

A.K.: Kami ke Jakarta dengan bantuan orang-orang baik di Indonesia. Kami ke pelabuhan dan kami menjelaskan keadaan kami. Di sana, orang-orang memanggil sang kapten, dan dia mengerti situasi kami. Ia memberikan kami tiket gratis ke Surabaya. Dia bahkan memberikan kami uang untuk bisa ke Jakarta.

Setelah tiba di Surabaya, ternyata tidak ada lagi tiket kereta yang tersedia selama seminggu. Padahal, kami sama sekali tidak bisa menunggu. Kami pun mencoba menjelaskan masalah kami kepada pihak kereta api, “Tolong kami, kami bisa duduk di lantai. Kami perlu pergi secepat mungkin.” Lalu, orang ini pun berusaha menolong kami. Dia mencoba bertanya ke orang-orang di sekitar stasiun selama satu jam, dan akhinrya, dia bilang, “Oke, kalian mendapatkan dua tiket untuk perjalanan esok hari.”

R: Setelah di Jakarta, Anda tinggal di mana?

A.K.: Kami punya teman di Jakarta. Mereka adalah teman dari temen-teman Rusia kami. Mereka sangat baik, mereka punya komunitas, mereka membuat workshop, dan membuat pakaian. Mereka juga membuat semacam proyek sosial. Dengan orang-orang inilah kini kami tinggal.

R: Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Anda ke Papua untuk melakukan riset?

A.K.: Kami ingin membuat semacam riset, tapi itu bukan seperti kami dikirim secara resmi dari universitas untuk melakukan riset. Ini hanya karena saya berkonsultasi dengan dosen saya di kampus. Saya bertanya apakah ini ide yang bagus ketika saya ke Indonesia tahun ini, dan saya ingin mengeksplorasi sesuatu yang berkaitan dengan spesialisasi saya, yaitu di bidang geografi dan turisme, dan menulis semacam artikel singkat, atau semacam catatan yang kami buat berdasarkan apa yang kami amati di Papua. Ini sama sekali bukan artikel atau penelitian ilmiah. Masalahnya, orang-orang sering kali tidak paham dengan apa yang kami lakukan. Ini dikarenakan kami tidak mengunjungi tempat-tempat yang lazim dikunjungi turis, khususnya di Papua. Di Papua, polisi cukup mencurigai kami, seperti kenapa kami ke sini, kenapa kami ke desa ini — karena tidak ada apa-apa di desa itu.

R: Bagaimana rute perjalanan Anda saat pertama kali tiba di Indonesia?

A.K.: Kami pertama kali tiba di Medan dan mengelilingi Sumatera. Kamudian, kami menyeberang ke Pulau Jawa. Kami ke Jakarta, Yogyakarta, Surabaya — mendaki Gunung Bromo. Kami kemudian ke Banjarmasin karena tujuan kami adalah Papua. Dari Balikpapan, kami ke Makassar, lalu ke Papua. Kami hanya selalu meminta penduduk setempat untuk menjelaskan pada kapten kapal untuk membawa kami ke tujuan kami. Kami telah berada di Indonesia selama hampir dua bulan. Kami tiba pertama kali pada 14 April.

Papua adalah destinasi terakhir kami. Setelah ini, kalau pun kejadian ini tak terjadi, kami akan pulang dengan rute yang sama seperti kami ke sini.

R: Apakah Anda pikir Anda akan berhasil mengumpulkan uang yang dibutuhkan dalam waktu singkat ini?

A.K.: Tentu saja, kami pasti akan berhasil. Ini bukan sesuatu yang mustahil. Harga tiketnya memang mahal, tapi bukan berarti tak bisa kami beli. Selain itu, keluarga kami juga membantu.

Kami ingin mencari bantuan karena keluarga dan teman-teman kami pun mencari pinjaman dari teman-temannya. Namun, jika tidak ada yang membantu kami di sini pun, kami pasti akan tetep pulang. Mereka tidak akan membiarkan kami di sini, dan pasti akan menemukan cara untuk membuat kami bisa pulang ke Rusia. Tidak perlu panik, semua baik-baik saja. Kami tidak kelaparan.

Saat ini, kami sudah mengumpulkan satu juta rupiah. Ini belum ditambah dengan bantuan dana yang akan dikirimkan orangtua kami.

R: Apakah dengan kejadian seperti ini membuat Anda kapok ke Indonesia?

A.K.: Tidak, kami pasti akan kembali ke Indonesia. Kami harus pergi ke Nabire, dan ingin mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah membantu kami di sana.

Kami sama sekali tidak menyesal ke Indonesia. Di sini, kami menemukan banyak persamaan antara Rusia dan Indonesia. Ini sangat menarik sekali. Seperti, apa yang ada di Indonesia saat ini, pernah ada di Rusia 20 tahun lalu. Namun, ada juga yang sama seperti saat ini. Selain itu, kita ternyata cukup mirip, dalam banyak hal: mentalitas, bahkan selera humor. Saat kami tiba di Indonesia, Indonesia punya “wajahnya” sendiri, benar-benar berbeda dari negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Sangat menarik.

R: Apa yang membuat Anda tertarik menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi perjalanan Anda?

A.K.: Ada banyak alasan. Salah satunya, kami suka negara dengan iklim panas. Selain itu, Indonesia adalah negara yang besar, ada banyak gunung berapi, dan alam yang indah. Ini pertama kalinya kami ke Indonesia.

Di Rusia, ada beberapa petualang yang mengenalkan Indonesia lewat tulisan-tulisan yang diterbitkan di buku, bukan cuma Bali, tapi Indonesia. Ada orang Rusia yang bertualang seperti kami, dan dia menceritakan banyak hal mengenai Indonesia, hal-hal yang tak akan Anda temui dengan melakukan wisata biasa. Ada juga blogger yang banyak hal mengenai Indonesia. Dia pergi ke Indonesia tiap tahun dan memenuhi blognya dengan keindahan alam Indonesia.

R: Setelah ini, apakah Anda akan kembali mengumpulkan uang dengan mengamen?

A.K.: Tidak, kami tidak akan mengamen lagi di jalanan, kami tidak mau. Terlalu banyak orang yang salah paham dan menyebarkan rumor, dan mengatakan bahwa kami sebenarnya sudah punya paspor dan tiket gratis dari kedutaan.

Hal yang paling buruk adalah terkait kedutaan. Kedutaan tentu tidak bisa membantu semua orang, dan itu wajar. Ini sesuatu yang logis. Saya pikir, di mana-mana hampir sama. Jika Anda kehilangan paspor di Rusia, misalnya, saya pikir Kedutaan Besar RI tidak akan menggalangkan dana demi membantu Anda pulang.

Kemarin, saya kembali menulis kejadiaan ini (di Facebook -red.), dan mencoba untuk menjelaskan hal ini kembali, soal birokrasi, dan sebagainya. Mohon dipahami bahwa kedutaan kami bukannya tidak bisa membuatkan kami paspor. Mereka bisa, tapi itu butuh waktu tiga bulan.

Zodiak Versi Batak

Zodiak berkaitan erat dengan ilmu astrologi. Kemudian ilmu perbintangan ini dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang. Banyak yang percaya dan banyak juga yang tidak menghiraukannya.

Secara umum zodiak dikenal berasal dari Yunani. Sementara versi China, Shio terbilang dipercaya kuat untuk ramalan melalui astrologi.

 

Di Indonesia pun juga ada, lebih tepatnya zodiak versi etnis batak yang telah ada sejak jaman nenek moyang. Sama, ada 12 bagian yang diberi nama “Parmesana 12” (dibaca : Parmesana-Sampulu Dua), istilah untuk ilmu perbintangan versi etnis Batak.

Berikut ini adalah zodiak versi Batak dan simbolnya (source image : merahputih.com)

harahata dano martila tola hania babiat makara nituna marsoba gorda mena marhumba

  1. Harahata: 31 Januari-8 Februari,Tekun, pantang mundur, dan tidak mudah percaya pada orang lain.
  2. Marhumba: 9 Februari-10 Maret,  Mudah beradaptasi, banyak akal, tapi pelupa.
  3. Gorda: 13 April-14 Mei, Agak cengeng, punya keingintahuan yang besar, open minded, dan pantang mundur.
  4. Mena: 11 Maret-12 April Suka mengalah, lincah, tapi agak pelit.
  5. Marsoha: 15 Mei-16 Juni. Sabar, telaten, pandai berhemat, tapi kalau marah bisa gawat.
  6. Nituna: 17 Juni-18 Juli. Plin plan tapi open minded.
  7. Makara: 19 Juli-20 Agustus. Punya perasaan halus, suka menyendiri, dan senang foya-foya.
  8. Babiat: 21 Agustus-22 September. Punya sifat jujur, pemberani, dan terus terang. Meski begitu, ia gampang emosi.
  9. Hania: 23 Septermber-24 Oktober. Pribadi yang kritis dan selalu rapih dalam bekerja. Tapi kurang terbuka dalam menerima pendapat.
  10. Tola: 25 Oktober-26 November. Meski halus, namun ia tidak pernah tersinggung. Sulit beradaptasi.
  11. Martiha: 27 November-28 Desember. Punya semangat yang kuat tapi cenderung tertutup.
  12. Dano: 29 Desember-30 Januari. Cerdas, rajin, pemberani, tapi kadang sombong.